Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Wisman Asal Malaysia Dominasi Kunjungan Wisata ke Jatim

10 September 2019, 16: 41: 44 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Bandara Juanda.

Ilustrasi Bandara Juanda. (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Wisatawan mancanegara (wisman) berkebangsaan Malaysia masih mendominasi kunjungan pariwisata ke Jawa Timur (Jatim). Dari total 25.143 kunjungan selama bulan Juli 2019, sebanyak 6.361 atau 25,30 persen adalah wisman dari negeri jiran. Sisanya berasal dari Tiongkok, Singapura, Thailand, Taiwan, Amerika Serikat (AS), Jepang, Korea Selatan, India, dan Filipina.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur (BPS Jatim) Teguh Pramono mengatakan, perhatian dan upaya pemerintah daerah untuk memunculkan objek wisata yang menarik terus dilakukan. “Apalagi kabupaten/kota yang bekerja sama dengan dinas instansi terkait juga giat melakukan promosi pariwisata baik tempat, sarana akomodasi, maupun sering mengadakan event-event,” ungkapnya belum lama ini.

Secara umum, pola kedatangan wisman ke Jatim pada bulan Januari sampai Juli dua tahun terakhir masih rendah dibanding dengan tahun 2018 yang mampu mencapai hingga 33.390 kunjungan.

Meski turun sebesar 27,40 persen, pola kunjungan wisman tahun 2019 hampir mirip dengan pola kunjungan tahun lalu. April dan Mei cenderung turun namun saat Juni dan Juli kembali meningkat.

Peningkatan ini disebabkan momen liburan setelah berakhirnya Hari Raya Idul Fitri yang banyak membawa pengaruh wisman untuk datang ke Jatim. “Dari 10 negara itu, wisman dari Thailand mengalami kenaikan tertinggi hingga 211,51 persen. Dari 478 kunjungan menjadi 1.489 kunjungan,” ujarnya.

Selain momen liburan, faktor empat musim yang dimiliki oleh beberapa negara juga turut mendongkrak peningkatan wisman ke Jatim. “Seperti misalnya wisman dari AS yang Juli 2019 mencapai 991 kunjungan,” tambah Teguh.

Menurut Teguh, kini wisman tidak hanya sekadar berwisata jika ke Jatim. Beberapa di antaranya ada yang hendak melanjutkan studi, melakukan penelitian, hingga urusan pekerjaan. “Dari total 25.143 kunjungan, tidak semua wisman datang untuk berwisata.

Jadi selain terus melakukan inovasi di sektor pariwisata untuk menarik wisman datang ke Jatim, pemerintah juga harus memerhatikan potensi meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE),” tukasnya.

Terkait peningkatan kunjungan wisman, Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Jatim Arifudinsyah mengatakan, jika kini kota-kota di Jatim memiliki daya tariknya masing-masing.

“Seperti di Surabaya, misalnya, lebih ke wisata belanjanya. Atau ke Banyuwangi dan Bromo yang memang sudah jadi favorit para wisman. Semua kota punya potensi wisatanya sendiri. Apalagi dibangunnya tol membuat akses ke wilayah-wilayah tersebut menjadi lebih mudah. Bahkan penerbangan dari Kuala Lumpur ke Banyuwangi juga sudah tersedia,” ungkapnya. (rul/nur)

(sb/rul/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia