Jumat, 22 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Penjaringan Bakal Calon di Pilwali, PDIP Andalkan Kader Sendiri

10 September 2019, 16: 00: 57 WIB | editor : Wijayanto

TERTUTUP: Ketua DPC PDIP Adi Sutarwijono (kiri) bersama Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana saat mengambil formulir bakal calon wali kota Surabaya.

TERTUTUP: Ketua DPC PDIP Adi Sutarwijono (kiri) bersama Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana saat mengambil formulir bakal calon wali kota Surabaya. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Sudah ada tiga tokoh yang sudah mendaftar sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya lewat DPC PDI Perjuangan Surabaya. Yakni Armuji, Edi Tarmidi, dan Whisnu Sakti Buana. Ketua DPC PDIP Kota Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, pihaknya tidak membuka pendaftaran untuk kader di luar partai berlambang banteng moncong putih itu.

Pria yang akrab disapa Awi ini mengatakan, sesuai Peraturan PDIP Nomor 24 Tahun 2017, daerah dengan perolehan suara di atas 25 persen, maka pendaftaran dilakukan secara tertutup. "Jadi, tertutup untuk kader sendiri, anggota, simpatisan, dan pengurus partai," kata Awi.

Karena itu, menurut dia, PDIP tidak perlu melakukan koalisi dengan partai lain dalam pemilihan wali kota (pilwali) tahun depan. Posisi partai lain hanya sebagai partai pendukung. Penjaringan nama-nama bakal calon ini masih akan berlangsung sampai 14 September 2019.

"Kami memastikan tidak ada biaya apa pun. Bagi PDI Perjuangan, pilwali adalah sarana menghasilkan kepemimpinan untuk rakyat, kepemimpinan yang menyejahterakan warga, bukan ajang transaksi politik," tegasnya.

Siapa yang paling berpeluang diberi rekomendasi oleh DPP PDIP untuk maju Pilwali Surabaya? Mantan wartawan ini menyebutkan, rekomendasi itu merupakan kewenangan DPP pimpinan Megawati Soekarnoputri.

"Tentang siapa yang direkomendasi, itu sepenuhnya wewenang Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri. Apa yang diputuskan Ibu Ketua Umum, seluruh kader harus tegak lurus. Itu pada saatnya akan diumumkan oleh DPP PDI Perjuangan. DPC PDI Perjuangan Surabaya hanya sebatas memfasilitasi penjaringan," jelasnya.
 
Awi menegaskan, Pilwali Surabaya yang akan digelar pada September 2020 mendatang merupakan ajang demokrasi yang harus dibingkai dengan nilai-nilai edukasi politik bagi publik. Pihaknya ingin kembali menempatkan kadernya sebagai orang nomor satu di Pemkot Surabaya. Apalagi kepemimpinan Wali Kota Tri Rismaharini selama dua periode terbukti mendapat apresiasi positif dari masyarakat.

"Bagi kami, perjuangan itu dilandasi dengan nilai-nilai etik. Kami tidak ingin asal menang, tapi menang dengan membanggakan. Menjadi satu kesatuan gerak dengan rakyat," tegasnya. Hingga saat ini, menurut dia, pihak PDIP belum melakukan penjajakan dengan partai lain terkait pilwali. (rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia