Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Berita Daerah

Tindak Lanjuti Keputusan Wali Kota, BPCB Tinjau Benteng Kedung Cowek

10 September 2019, 15: 57: 09 WIB | editor : Wijayanto

MASIH KUAT: Tim BPCB Jatim dan pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim meninjau Benteng Kedung Cowek, Surabaya.

MASIH KUAT: Tim BPCB Jatim dan pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim meninjau Benteng Kedung Cowek, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur meninjau Benteng Kedung Cowek, Surabaya. Peninjauan ini untuk merespons surat keputusan Wali kota Surabaya Tri Rismaharini yang akan menjadikan benteng tersebut menjadi bangunan cagar budaya.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berencana menjadikan Benteng Kedung Cowek sebagai bangunan cagar budaya dalam waktu dekat. Usai ditetapkan, bangunan peninggalan Belanda itu akan direvitalisasi. Selanjutnya, akan dikelola bersama menjadi salah satu objek wisata di kawasan pesisir Kota Surabaya.

Saat meninjau Benteng Kedong Cowek, Kepala BPCB Jawa Timur Andi Muhammad Said menuturkan, perlu proses pendaftaran sebelum benteng itu ditetapkan sebagai cagar budaya. Ini sudah diatur dalam undang-undang.

BERSEJARAH: Kabid Cagar Budaya dan Sejarah Disbudpar Pemprov Jatim Endang Prasanti (kiri) berbincang dengan Kepala BPCB Jatim Andi M. Said (kanan) dan pemerhati sejarah melihat cetak biru benteng.

BERSEJARAH: Kabid Cagar Budaya dan Sejarah Disbudpar Pemprov Jatim Endang Prasanti (kiri) berbincang dengan Kepala BPCB Jatim Andi M. Said (kanan) dan pemerhati sejarah melihat cetak biru benteng. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

"Kalau sudah melalui proses seperti itu, maka benteng ini harus diperlakukan sama dengan bangunan cagar budaya lainnya. Nah, ini kita tidak tahu sudah diproses atau belum. Sebab, secara hukum harus jelas," katanya di Surabaya, kemarin.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Cagar Budaya dan Sejarah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Endang Prasanti mengaku pihaknya memang sengaja datang ke lokasi benteng.

Selain karena informasi tentang benteng tersebut tengah viral di media sosial, Benteng Kedung Cowek juga memiliki keunikan sendiri. Namun, sampai saat ini belum ditetapkan sebagai cagar budaya.

"Kami ingin melihat langsung kondisinya seperti apa," katanya. Berdasarkan hasil observasi, menurut dia, benteng ini memang menarik dan harus segera ada aksi lanjutan. Baik dalam bentuk kerja sama dengan BPCB maupun dengan pihak lain.

"Yang jelas, kunjungan kami tidak hanya sampai di sini saja. Kami akan tetap berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya selaku pengelola," ujarnya. Endang berharap pihaknya segera dapat bertemu dengan pihak-pihak terkait guna merumuskan kebijakan agar Benteng Kedung Cowek bisa ditetapkan menjadi cagar budaya. "Ini menarik sekali. Kita perlu sesuatu untuk menguatkan lagi," imbuhnya.

Endang menambahkan, banyak detail menarik yang bisa dipakai generasi muda untuk memahami perjuangan pahlawan tempo dahulu. "Mereka tahunya Kedung Cowek saja, tapi detail-detailnya belum tahu. Kami akan mencoba membawa anak-anak untuk berkunjung ke sini," katanya. (cin/rek)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia