Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya
Pemprov Jatim Siapkan Proyek Strategis di Madura

Bangun Islamic Science Park, Landmark Wisata ala Paris dan Pelabuhan

10 September 2019, 14: 25: 36 WIB | editor : Wijayanto

MENINGKATKAN INVESTASI: Sejumlah perahu berada tak jauh dari jembatan Suramadu di kawasan Kedung Cowek, Surabaya.

MENINGKATKAN INVESTASI: Sejumlah perahu berada tak jauh dari jembatan Suramadu di kawasan Kedung Cowek, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Untuk menggenjot pertumbuhan perekonomian Jawa Timur (Jatim), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim terus melakukan serangkaian upaya. Usai memaksimalkan sektor industri yang memiliki kontribusi 30 persen dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di kota-kota yang perkembangan industrinya cukup pesat, kini Pemprov Jatim mulai menyasar Madura sebagai proyek strategis selanjutnya.

Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekenomian Provinsi Jatim Wahid Wahyudi mengatakan, kawasan sebesar 600 hektare telah disiapkan untuk pengembangan. “Agar tidak terjadi ketimpangan dan disparitas tingkat perekonomian antar wilayah, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah memiliki rencana untuk membangun Madura dengan berbagai infrastruktur berskala internasional,” ungkapnya, Selasa (10/9).

Pihaknya melihat adanya Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura belum memiliki dampak signifikan untuk peningkatan perekonomian, khususnya di Madura.

Saat ini, menurut Wahid, proyek prestisius untuk pembangunan Madura telah pada tahap pembahasan dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekenomian (Kemenko Perekonomian) dan Sekretariat Kabinet (Setkab). “Dari situ, nanti akan menuju proses perencanaan yang dimulai dari studi kelayakan dan dilanjut dengan penyusunan detail engineering design (DED),” urai Wahid.

Nantinya lahan seluas 600 hektare akan didetailkan dengan membangun beberapa infrastruktur gedung. Seperti Indonesia Islamic Science Park yang digadang-gadang bakal menjadi pilihan saat event atau konferensi bertaraf internasional diselenggarakan. “Dengan dibangunnya itu, event atau konferensi dapat dilakukan di Madura. Jadi pilihannya tidak hanya di Jakarta atau Bali saja,” ucapnya.

Selain itu, kawasan wisata dunia sekelas landmark Paris juga sedang disusun master plan. Ditambah dengan pembangunan Pelabuhan Tanjung Bulupandan di Bangkalan Utara yang diproyeksikan dapat menjadi poros dan simpul pertumbuhan ekonomi. “Pelabuhan ini yang akan jadi akses ekspor impor barang dan jasa. Sambil kami desainkan, industri-industri apa saja yang sesuai dengan culture masyarakat Madura,” tutupnya. (rul/nur)

(sb/rul/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia