Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Ketagihan, Kuli Bangunan Ini Nekat Nyabu Meski Duit Pas-pasan

10 September 2019, 00: 03: 42 WIB | editor : Wijayanto

AMPUN PAK: Kapolsek Sukomanunggal Kompol Muljono (kanan) menginterogasi tersangka.

AMPUN PAK: Kapolsek Sukomanunggal Kompol Muljono (kanan) menginterogasi tersangka. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Menjadi kuli bangunan dengan penghasilan pas-pasan tak menyurutkan niat M Sulaiman, 32, untuk mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu (SS). Namun, sial, belum sempat pesta dia terlebih dahulu dibekuk anggota Reskrim Polsek Sukomanunggal.

Hasil pemeriksaan, selain memakai SS, pria yang menetap di Jalan Gembong DKA, Surabaya, itu terbukti menjadi pengecer barang haram tersebut.

"Dia ditangkap usai mengambil sabu dari pengedar yang belum dikenal," kata Kapolsek Sukomanunggal Kompol Muljono didampingi Kanit Reskrim Ipda M Rochib, Senin (9/9). 

Sulaiman diringkus polisi pada Minggu dini hari (1/9). Dia ditangkap polisi berpakaian preman di Jalan Gembong, Surabaya. 

Kronologinya, polisi mulai mendapatkan informasi jika pelaku menjadi pemakai SS Sabtu sore (31/8). Mendapatkan petunjuk tersebut, polisi memantau gerak-gerik tersangka.

Puncaknya, pada tengah malam, tersangka keluar rumah. Dia mengendarai motor Honda Beat menuju kawasan Jalan Sidotopo. Di jalan tersebut tersangka berhenti. Dia melakukan transaksi dan mengambil sepoket SS. 

Begitu mendapatkan barang, pria yang bekerja sebagai kuli itu buru-buru pulang. Namun, di tengah perjalanan dia dipepet dan dihentikan kendaraannya oleh polisi. Tepatnya di Jalan Gembong, tak jauh dari rumahnya.

"Tersangka panik, sempat menjatuhkan sepoket sabu dari genggaman tangan kanannya ke jalan," kata Ipda Rochib. 

Melihat pelaku membuang sesuatu, polisi bergerak cepat. Sambil menggunakan penerangan senter ponsel, akhirnya sepoket SS ditemukan tidak jauh dari kaki tersangka.

Ditemukannya barang bukti tersebut membuat tersangka tak berkutik. Ia mengakui barang haram itu miliknya. "Saya beli dengan harga Rp 150 ribu di seseorang yang belum saya kenal," ucapnya saat diinterogasi.

Sulaiman mengaku satu poket SS tersebut hendak diisap sendiri. Ia mengonsumsi SS supaya staminanya tetap fit. Terutama saat bekerja. Tak hanya memakai, tersangka mengaku juga pernah mengecer kembali SS yang dibeli. Perbuatan terlarang itu sudah dilakukan tersangka selama setahun terakhir. (rus/rak)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia