Sabtu, 14 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Ikuti Lifestyle, Bisnis UMKM Kopi Diperkirakan Terus Berkembang

09 September 2019, 23: 58: 54 WIB | editor : Wijayanto

JADI GAYA HIDUP: Manager Mackenzie Coffee Yudhistira (kanan) saat menunjukkan produk kopi kepada pembeli.

JADI GAYA HIDUP: Manager Mackenzie Coffee Yudhistira (kanan) saat menunjukkan produk kopi kepada pembeli. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Bisnis aneka minuman jenis kopi semakin menjamur. Bahkan bisnis yang melibatkan banyak usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ini diperkirakan akan terus berkembang ke depan seiring dengan perubahan lifestyle masyarakat Indonesia.

Menurut Manager Mackenzie Coffee Yudhistira, peluang bisnis dengan bahan baku kopi akan terus berkembang. Hal ini bukan hanya di level bawah seperti warung kopi, namun juga masuk di level middle-high end seperti hotel, resto dan café (horeca).

“Kedepan bukan hanya bisnis berkonsep warkop saja yang tumbuh subur, namun juga horeca potensinya luar biasa. Kami siap mensuplai kebutuhan mereka,” katanya di Surabaya, Senin (9/9).

Laki-laki yang akrab disapa Yudhi ini menjelaskan, pada awalnya pihaknya memang hanya menggarap market bawah dengan mensuplai kebutuhan kopi di level warkop. Namun sudah tiga bulan ini demand dari kalangan pengusaha food and beverage di level horeca juga terus meningkat. “Ke depan kami akan lebih banyak menggarap horeca. Karena kebutuhanya juga lebih besar,” tambah Yudhi.

Bukan hanya itu, pihaknya juga sudah siap untuk membuka banyak booth coffee sendiri di beberapa tempat di Surabaya. Tahun ini di Surabaya diharapkan sudah ada 20 – 30 booth yang beroperasi dengan target 50 cup per booth per hari. “Tahun depan akan kami kembangkan di kota lain di Jatim. Untuk booth investasinya tidak banyak, namun untuk outlet lumayan besar, bisa Rp 150 juta per outlet,” imbuhnya.

Yudhi menuturkan, untuk mensuplai kopi dalam kemasan yang di-roaster sendiri, saat ini memang masih kecil, yakni 100 kilogram per bulan dan horeca masih 50 kilogram per bulan. Namun melihat potensinya yang besar, dia yakin nanti demand-nya akan terus berkembang.

“Kami yakin pasarnya akan terus berkembang. Sebab penggemar minuman aneka kopi semakin banyak. Bukan hanya pria, namun wanita juga banyak yang suka kopi,” pungkasnya. (fix/nur)    

(sb/fik/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia