Senin, 20 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Operasi Patuh di Perak Tilang 9.048 Pelanggar, Didominasi Remaja

09 September 2019, 23: 52: 04 WIB | editor : Wijayanto

OPERASI: Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak melaksanakan operasi dalam rangka Operasi Patuh 2019.

OPERASI: Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak melaksanakan operasi dalam rangka Operasi Patuh 2019. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Penertiban terhadap pengendara kendaraan bermotor terus dilakukan Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak dalam rangka Operasi Patuh 2019.  Hingga hari kesembilan pelaksanaan operasi ini sudah menjaring 9.048 pelanggar lalu lintas.

Jumlah tersebut kemungkinan masih bertambah hingga selesai operasi tersebut yang dijadwalkan pada 11 Sepetember mendatang. Dari data sementara pelanggar lalu lintas di dominasi pengendara dengan usia remaja.

Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Ayip Rizal mengatakan, untuk pelanggar ada beberapa usia yang mengalami kenaikan signifikan. Data sementara dari Ditlantas Polda Jatim, kenaikan berkisar 10 persen pada pelanggar lalu lintas yang ditindak dengan rentang usia 16 – 20 tahun. Pelanggaran lalu lintas yang dilakukan mulai dari tidak menggunakan helm hingga tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). “Usia tersebut mendominasi,” katanya.

Ini pula alasan Ayip untuk lebih memfokuskan pada pengendara di bawah umur untuk ditindak. Ini bukan tanpa alasan, mereka dianggap generasi muda sebagai penerus nantinya. Dengan mereka mengendarai sepeda motor saat belum memiliki SIM akan rentan terlibat kecelakaan fatal.

Ini membuatnya terus menertibkan anak-anak khususnya yang masih sekolah untuk tidak mengendarai sepeda motor. “Berbahaya jika mereka sudah diberi sepeda motor, emosinya belum stabil dan belum cukup umur untuk mendapat SIM,” ungkapnya.

Pihaknya meminta anggota untuk tidak hanya melaksanakan operasi secara stasioner di satu lokasi saja. Tim Silver juga dilibatkan untuk mobile ke daerah-daerah rawan kecelakaan. Dengan tiga fokus pelanggaran salah satunya anak di bawah umur. Untuk anak-anak yang ditilang jug diminta untuk memberikan pemahaman jika mereka mengendarai sepeda motor sendiri. “Kami tidak hanya menindak juga memberikan pengertian ke mereka tentang bahayanya,” jelasnya. (gun/rak)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia