Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Sidoarjo
Karnaval Kearifan Budaya Lokal Desa Kebonagung

Meriah, Jadi Cerminan Sukses Karnaval Tahun Depan

09 September 2019, 17: 00: 57 WIB | editor : Wijayanto

MERIAH: Salah satu kelompok peserta karnaval Desa Kebonagung, Sukodono, Minggu (8/9).

MERIAH: Salah satu kelompok peserta karnaval Desa Kebonagung, Sukodono, Minggu (8/9). (RIZKY PUTRI PRATIMI/RADAR SURABAYA)

Share this      

Waktu menunjukkan pukul 06.00, Minggu (8/9) jalan di sekitar Balai Desa Kebonagung, Sukodono mulai padat merayap. Warga berbondong-bondong menuju lapangan desa. Sambil membawa maskot, berdandan unik dan senada dengan tema yang mereka usung. Yel-yel digaungkan sepanjang perjalanan menuju lapangan tersebut. Ya, 5.500 warga telah siap mengikuti karnaval yang baru pertama kali digelar itu.

Rizky Putri Pratimi-Wartawan Radar Sidoarjo

Meskipun sudah memasuki bulan September, ternyata kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia. Konsep karnaval masih menjadi favorit warga. Termasuk di Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono.

Jalanan semakin sesak ketika warga  dari tiga dusun, Kebonagung, Bogem dan Saimbang mulai memadati  lapangan. Pukul 07.00 rombongan mulai diberangkatkan. Total 5.500 warga yang tergabung dalam 29 kelompok mengikuti giat tersebut. Busana yang dikenakan beragam. Menyesuaikan tema yang diusung masing-masing kelompok. Pakaian adat Bali mendominasi, disusul dengan kesenian Bantengan, pakaian tentara,pakaian adat Papua, baju perjuangan pahlawan, dan masih banyak lainnya.

Sekretaris Desa Kebonagung, Sukarjo Wahdi Purnama mengungkapkan, karnaval ini pertama kali digelar. Untuk memotivasi seni budaya dan kreativitas warga Desa Kebonagung dalam rangka memperingati HUT ke-74 RI, yang dilaksanakan setelah ruwat desa. “Peserta adalah perwakilan RT dan RW. Mempertimbangkan lokasi. Kalau total RT ada 68 RW ada 14, yang siap yang dikirim,” katanya.

Sukarjo terkesan atas partisipasi warga. Tahun depan pemerintah desa akan mengkondisikan peserta adalah perwakilan tiap RW. “Sangat bagus. Sebenarnya ini dadakan, biasanya di Dusun Kebonagung yang mengadakan, akhirnya kita angkat ke skup desa ternyata sangat antusias seperti ini. Awalnya hanya rencana jantung sehat. Akhirnya kita padukan, jalan sehat dan karnaval,” imbuhnya.

Ketua Karangtaruna Gesit (Generasi Sigap dan Tangguh), Anang Surohman Hidayat, SH. Menjelaskan, karnaval ini mengusung tema Kearifan Lokal Budaya Desa Kebonagung dalam Memperingati HUT ke-74 RI. Peserta dari anak kecil hingga orangtua. “Tahun depan akan lebih meriah lagi. Tahun ini menjadi cerminan bahwa tahun depan akan lebih sukses lagi,” harap alumnus Umaha itu.

Melalui karnaval ini, panitia ingin menyampaikan pesan bahwa Desa Kebonagung adalah desa yang heterogen, banyak sekali kebudayaan. Mengingatkan para pemuda bahwa jangan sampai melupakan budaya. Jangan sampai rasis, apatis apalagi menyudutkan suatu daerah.  Menganggap rendah daerah lain. “Kita membiasakan dan memperkenalkan bahwasanya kita pemuda harus menjaga kearifan budaya lokal, seperti kisah pewayangan, beragam profesi diantaranya petani. Menyadarkan bahwa kita dimulai dari hal yang sederhana. Justru dari hal kecil kita menuju hal yang besar,” tambahnya.

Nampak hadir dalam kegiatan karnaval di Desa Kebonagung, mantan ketua DPRD Sidoarjo Sullamul Hadi Nurmawan , ketua kegiatan peringatan HUT ke-74 RI, Gus Rony dan ketua MPKT Karangtaruna Sukodono, Mohammad Gofar.

Di peringatan HUT RI 2020, panitia berharap karnaval ini agar bisa kembali digelar dengan lebih meriah, tertata, terkonsep dan yang pasti semangat dan kekompakkan masyarakat semakin tumbuh. (*/nis)

(sb/rpp/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia