Selasa, 15 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Lompat Pagar Masuk Masjid, Yang Dilakukan 3 Pemuda Ini Bikin Kaget

09 September 2019, 16: 48: 25 WIB | editor : Wijayanto

NGAWUR; Tiga pemuda yang damankan karena asyik nyabu di dalam toilet masjid.

NGAWUR; Tiga pemuda yang damankan karena asyik nyabu di dalam toilet masjid. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Tiga pemuda ini ditangkap saat nyabu di masjid. Entah apa yang ada di pikiran ketiga pemuda ini hingga menikmati serbuk haram di lingkungan rumah ibadah. Ketiga tersangka yang ditahan di Polsek Kenjeran adalah Achmad Farits, 22, warga Dlanggu, Mojokerto; Choirul Asghor, 19, warga Platuk Donomulyo I, Kenjeran; dan DA, 17, warga Platuk Donomulyo, Kenjeran.

Mereka ditangkap saat berada di kamar mandi Masjid Al Furqon, Platuk Donomulyo VI, bertiga. Saat digerebek, mereka asyik nyabu. Polisi menangkap ketiganya beserta alat isap sabu. Beruntung mereka tidak sampai dihajar massa yang geram karena melakukan perbuatan terlarang di kompleks masjid.

Kejadian ini pertama kali diketahui warga sekitar masjid. Sekitar pukul 03.00, ada warga melihat tiga pemuda bergantian memanjat pagar masjid yang tergembok. Ketiga tersangka dikira hendak mengambil kotak amal masjid. Warga itu pun terus mengintai dari jauh.

"Tapi dia terkejut saat mengetahui ketiganya masuk ke dalam kamar mandi masjid," tutur Kanitreskrim Polsek Kenjeran Iptu Endri Subandrio.

Melihat ada gelagat buruk, warga melaporkannya ke Polsek Kenjeran. Setelah anggota reskrim datang, gembok pagar masjid dibuka. Polisi bersama warga langsung menuju ke kamar mandi masjid. Pintu kamar mandi tersebut terkunci dari dalam.

Polisi mendobraknya dan menemukan ketiga pemuda tersebut sedang dalam pengaruh sabu-sabu (SS). Melihat hal itu, warga yang ikut dalam penggerebekan tersebut sempat geram. "Kami minta mereka bersabar untuk tidak menghakimi tersangka," katanya.

Polisi membawa ketiga tersangka keluar dari kamar mandi. Peralatan nyabu yang masih berada di lantai kamar mandi dibawa sebagai barang bukti. Ketiga tersangka langsung dievakuasi ke Polsek Kenjeran untuk menghindari amukan warga.

Ketiga tersangka mengaku memilih nyabu di dalam masjid karena dianggap lebih aman. Warga juga tidak akan mengetahui kegiatan tersebut. Namun, tersangka tidak tahu jika sudah ada orang yang mengintai mereka sejak masuk masjid dengan cara memanjat pagar.

Dari mana SS yang diisap ketiga tersangka? Ternyata mereka membeli ke seseorang di wilayah Wonokusumo Jaya. Uangnya didapat dari patungan ketiga tersangka. Lebih mencengangkan lagi, DA ternyata masih tercatat sebagai siswa kelas XII di salah satu sekolah menengah atas (SMA) di wilayah Surabaya.

"Pengakuannya baru sekali. Ini masih kami kembangkan. Sabu yang mereka beli sudah habis digunakan bersama," kata Iptu Endri. (gun/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia