Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Whisnu Daftar Bakal Cawali Surabaya 2020, Armuji Daftar Cawawali

09 September 2019, 14: 48: 27 WIB | editor : Wijayanto

PERCAYA DIRI: Whisnu Sakti Buana mendaftarkan diri menjadi bakal calon wali kota Surabaya di kantor DPC PDIP, Jalan Setail, Surabaya, Minggu (8/9).

PERCAYA DIRI: Whisnu Sakti Buana mendaftarkan diri menjadi bakal calon wali kota Surabaya di kantor DPC PDIP, Jalan Setail, Surabaya, Minggu (8/9). (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Wakil Wali Kota (Wawali) Surabaya Whisnu Sakti Buana memastikan diri akan maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2020. Minggu (8/9), Whisnu mendaftarkan diri sebagai bakal cawali Surabaya di kantor DPC PDI Perjuangan, Jalan Setail Nomor 8, Wonokromo, Surabaya.

Puluhan kader PDIP tampak beramai-ramai mengarak Whisnu dari kantor balai kota menuju ke kantor DPC PDIP Surabaya. Setibanya di kantor DPC PDIP Surabaya dan melakukan pendaftaran, Whisnu mengatakan bahwa pendaftaran ini merupakan bentuk dari kesiapan dirinya sebagai kader partai.

"Ini bukan soal optimisme. Saya sebagai kader partai harus menyiapkan diri dengan penugasan partai apa pun nanti. Penugasan maju sebagai calon wali kota, ya kita siap, dan memenangkan PDI Perjuangan," kata Whisnu kepada wartawan.

Putra tokoh PDI Perjuangan Ir Sutjipto (alm) ini mengaku optimistis bakal dicalonkan sebagai wali kota Surabaya 2020 oleh partainya. Apalagi, dalam sejarahnya, selama pilkada langsung di Surabaya, PDIP belum pernah kalah. "Itu sejak tahun 2005," katanya.

Menurut dia, kekompakan dan militansi kader dan simpatisan PDIP di Surabaya menjadi modal awal kemenangan yang utama dalam pilwali mendatang. "Kita harus solid dan bergerak. Itu adalah 50 persen modal kemenangan kita," ungkap mantan ketua DPC PDIP Surabaya ini.

Lantas, siapa pasangan bakal calon wali kota yang akan mendampinginya? Whisnu mengaku belum memikirkan siapa kandidat yang pantas sebagai rekan duetnya dalam memimpin Kota Surabaya. Sebab, penentuan pasangan bakal calon merupakan keputusan DPP PDIP yang dipimpin Megawati Soekarnoputri.

"Sekali lagi, dari awal kami maju mendaftar ini sebagai bakal calon wali kota 2020. Kami tidak memikirkan pasangannya siapa. Sebab, saya sebagai kader partai tahu bahwa untuk memasangkan itu adalah haknya partai. Yang penting, kita siap dipasangkan dengan siapa saja dan siap ditugaskan apa saja,” tegasnya.

Jika terpilih menjadi wali kota Surabaya pada 2020, Whisnu berkomitmen untuk tetap menjaga dan melanjutkan program Wali Kota Tri Rismaharini. "Jadi, program terus kita lanjutkan. Visi misi kita: membangun sumber daya manusia (SDM) Surabaya. Dengan membumikan Pancasila dan Trisakti, kita bangun Surabaya yang lebih maju," katanya.

Sehari sebelumnya, Sabtu (7/9), mantan ketua DPRD Kota Surabaya Armuji mendaftarkan diri sebagai bakal calon wakil wali kota Surabaya. Armuji menjadi pendaftar pertama di kantor DPC PDIP Surabaya, Jalan Setail. "Alhamdulillah, saya yang pertama (mendaftar)," katanya.

Armuji mengaku sengaja tidak mencalonkan diri sebagai wali kota. Sebab, dirinya ingin ada regenerasi di pucuk pimpinan Pemkot Surabaya. Dia ingin Surabaya dipimpin pemuda. Sedangkan politikus senior seperti dirinya cukup maju sebagai wakil.

Selain data diri, Armuji harus mengumpulkan visi dan misi pencalonan. Visi yang dia tulis adalah Terciptanya Masyarakat Kota Surabaya yang Sejahtera, Mandiri, dan Berkeadilan. Visi tersebut direalisasikan dalam 12 misi.

Salah satunya, Armuji menyinggung soal angkutan masal yang murah, cepat, dan terkoneksi. Menurut dia, pengembangan transportasi begitu diperlukan masyarakat. Selama ini upaya mewujudkan trem menemui kesulitan. Kendalanya adalah anggaran. Proyek tersebut begitu mahal sehingga keuangan daerah dan pemerintah pusat tak bisa meng-cover. "Jangan terpaku pada trem," ujar politikus senior PDIP itu. (gin/jay)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia