Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Warga RW 07 Perumahan Pongangan Indah (PPI)

Ikuti Karnaval Desa dengan Berbusana Papua dan Bawa Sepeda Antik

09 September 2019, 09: 33: 14 WIB | editor : Wijayanto

CINTA PAPUA: Warga RW 07 PPI Desa Suci menggunakan kostum khas suku Papua dan tentara BKR pada acara karnaval di Desa Suci, Kecamatan Manyar.

CINTA PAPUA: Warga RW 07 PPI Desa Suci menggunakan kostum khas suku Papua dan tentara BKR pada acara karnaval di Desa Suci, Kecamatan Manyar. (M FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

Share this      

Puluhan warga RW 07 Perumahan Pongangan Indah (PPI) Desa Suci juga menjadi salah satu peserta karnaval yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Suci. Uniknya pada kegiatan itu warga menggunakan aneka kostum daerah serta perjuangan lengkap dengan sepeda antik.

Muhammad Firmansyah-Wartawan Radar Gresik

ROMBONGAN karnaval diberangkatkan pukul 07.30 oleh pejabat desa Suci. Rute yang dilewati yakni Jalan Raya KH Syafi’ Desa Suci sejauh 3 kilometer (KM). Berbagai macam busana ditampilkan oleh masyarakat. Mulai dari busana religi khas wali songo, Reog Ponorogo bahkan pakaian perjuangan atau nasionalisme.

Di antaranya peserta karnaval, ada salah satu rombongan yang terbilang unik dan berbeda. Rombongan itu berasal dari warga RW 07 PPI Desa Suci. Pada karnaval tersebut mereka menampilkan pakaian khas Papua lengkap dengan senjata belati tajam, panah dan tombak asli milik suku pedalaman. 

“Senjata ini milik saya pribadi. Dulu diberikan oleh teman yang kebetulan warga asli Papua. Bahkan senjata ini pernah juga dibuat perang antar suku sehingga masih ada bercak darah yang menempel,” ujar Purnomo Sugeng Raharjo, salah satu warga RW 07 PPI sembari menunjukkan senjata asli suku Papua. 

Lebih lanjut, pria yang juga merupakan Ketua Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Jatim itu mengaku selain menggunakan pakaian adat Papua, warga RW 07 Pongangan juga berdandan bak tentara Badan Keamanan Rakyat (BKR).

Tidak lupa, sepeda antik yang digunakan semasa jaman perang juga turut dibawa. Mulai dari sepeda antik jenis Bromfits tahun 1954 yang menggunakan mesin, sepada jenis Hern Bugers seri H tahun 1935 hingga sepeda pastur tahun 1935.

“Semua sepeda yang dibawa merupakan barang langka. Bahkan untuk jenis bromfits hanya ada satu-satunya di Indonesia,” imbuhnya.

Dia mengaku antusiasme masyarakat Desa Suci terhadap sepeda tua sangat tinggi. Hal ini terbukti dari banyaknya warga yang melihat deretan sepeda tua saat diparkir.

“Di era globalisasi, penanaman nilai-nilai sejarah harus dilakukan secara intens kepada masyarakat. Jangan sampai nanti anak cucu kita yang hidup di era millenial tidak tahu bahwa sepeda ini merupakan kendaraan yang digunakan saat perang demi indonesia merdeka,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan, Ketua RW 07 Perum PPI Desa Suci, Agus Sriyanto. Dia menuturkan, tema yang diusung pada karnaval kali ini yakni nasionalisme dan budaya Indonesia. Untuk itu warga memilih menggunakan pakaian khas adat Papua dan Badan Keamanan Rakyat (BKR).

“Pakaian Papua dikenakan sebagai simbol bahwa masyarakat Jatim khususnya warga RW 07 Pongangan cinta Papua. Kita harus melawan berbagai macam bentuk adu domba, hoax serta upaya yang dapat memecah belah bangsa. Sementara pakaian BKR agar masyarakat mengerti nilai sejarah sehingga meningkatkan semangat nasionalisme,” tegas Agus.

Meskipun karnaval ini dilombakan, namun Agus mengaku tidak memiliki target juara. Bagi dia yang terpenting adalah kegiatan ini bisa meningkatkan kerukunan dan kekompakan antar warga. 

“Terus terang ini adalah karnaval perdana yang kami ikuti. Hasil ditahun ini akan menjadi evaluasi kedepan. Yang terpenting warga RW 07 PPI kompak, guyub dan rukun itu sudah lebih dari cukup karena mengumpulkan warga perumahan untuk berpartisipasi dalam acara karnaval itu tidak mudah,” tandas Agus sambil tertawa. (*/han)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia