Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Panen Sawi Hidroponik, Diolah Jadi Makanan Sehat

07 September 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

PANEN: Kepala SDN Jajar Tunggal III Asri, ajak para murid untuk mencoba hasil olahan sayur hidroponik, Jumat (6/9) pagi.

PANEN: Kepala SDN Jajar Tunggal III Asri, ajak para murid untuk mencoba hasil olahan sayur hidroponik, Jumat (6/9) pagi. (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Anak-anak biasanya sulit untuk mengkonsumsi sayuran, kondisi inilah yang membuat guru SDN Jajar Tunggal III membiasakan siswanya  untuk memakan sayuran dengan cara diolah menjadi berbagai makanan.

Makanan tersebut diantaranya seperti kue brownies, puding, hingga Bubur Manado. Sayuran yang diolah tersebut, ditanam oleh guru di halaman sekolah yang ada di kawasan Kecamatan Wiyung, Surabaya ini. Kepala SDN Jajar Tunggal III, Asri Sukariyani menjelaskan, usaha itu dilakukan para guru agar murid-muridnya mendapat nutrisi cukup dan kesehatan siswa yang lebih baik lagi. 

Selain itu, sekolah tersebut masuk dalam kategori sekolah ramah anak. Selain mengajarkan gaya hidup sehat, Asri juga inginkan muridnya lebih kreatif membuat beragam olahan makanan. “Kami ajak mereka (murid) untuk melakukan kegiatan menanam hidroponik, mulai dari memanen hingga mengolahnya menjadi makanan,” kata Asri, Jumat (6/9).

Seperti yang di lakukan pagi kemarin, siswa dan guru SDN Jajar Tunggal III tampak sibuk memungut satu persatu tanaman sawi hidroponik tersebut. Setelah memanen sebagian sayur yang siap olah, para guru mulai mempersiapkan bahan-bahan untuk mengolah sayuran tersebut menjadi berbagai makan yang diminati oleh anak-anak. 

Asri juga menjelaskan, tidak hanya mengajarkan menanam dan mengolah sayuran hidroponik saja, tetapi juga mengajak para siswa untuk berbisnis dari hasil olahan tersebut.  

Usai diolah menjadi makanan, para siswa beramai-ramai antre untuk mencicipi hasil dari olahan sayur hidroponik tersebut. Salah satunya Aileen Ratnadhuhita Busono, siswi kelas tersebut melahap habis masakan gurunya yang terbuat dari olahan sayur hidroponik tersebut. 

Makanan tersebut menurutnya lebih enak dimakan karena rasanya yang enak dan tidak terasa sayurnya, walaupun bahan yang digunakan berbahan dasar sayur. “Enak sih, gak terasa sayurnya, malah es krimnya ini terasa seperti buah Alpukat,” jelas Aileen. 

Dengan makanan dari olahan sayur, ia mengaku orang tuanya tidak khawatir lagi karena selama ini ia tergolong anak yang sulit saat mengonsumsi sayur-sayuran. “Jadi Ibu sudah gak khawatir sama aku, karena di sekolah diajak untuk memakan makanan yang berbahan dasar dari olahan sayuran sama bu guru,” pungkasnya. (gin/rak)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia