Jumat, 22 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Upaya Preventif Cegah Obesitas Hindari Penyakit Kronis

05 September 2019, 16: 30: 48 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (NET)

Share this      

SURABAYA - Cuci darah atau hemodialisa adalah pengobatan terakhir pada pasien dengan gagal ginjal. Untuk tetap bisa bertahan, pasien harus melakukan cuci darah minimal satu bulan tiga kali dengan biaya sekitar satu juta rupiah setiap kali perawatan. Biaya itu tentu besar, terlebih bagi pasien yang memiliki keterbatasan dalam hal ekonomi. 

Dokter konsultan hipertensi ginjal dari Rumah Sakit Airlangga, Prof. dr. Moh. Yogiantoro, Sp. PD-KGH, FINASIM menjelaskan, saat ini, masyarakat perlu melakukan upaya prefentif, sehingga pasien bisa terhindar dari penyakit-penyakit berat yang membutuhkan cuci darah.

"Jangan mengobati hilirnya, tapi selesaikanlah hulunya," ujarnya ditemui saat Simposium Clinycal Engineering In Hemodialisis di Rumah Sakit Airlangga Surabaya.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah mendeteksi kondisi tubuh sejak dini. Caranya dengan melihat apakah tubuh mengalami kelebihan berat badan atau tidak. Karena tubuh yang kelebihan berat badan merupakan pintu gerbang segala penyakit.

"Deteksi dini penyakit dari sini (tubuh yang gemuk, Red). Karena gemuk ini bukan sehat. Kesannya, I'm fine (aku baik-baik saja, Red), padahal tubuh dengan obesitas ini sudah menyimpan hormon yang memicu berbagai penyakit. Yang menjadi faktor risiko yang mengarahkan kerusakan pembuluh darah. Yang menyebabkan pasien harus cuci darah," jelasnya. 

Orang dengan obesitas, memiliki banyak faktor risiko. Di antaranya seperti diabetes, kolesterol, jantung koroner,dan lain sebagainya. Jika sudah sampai pada tahap ini, keputusan ada di pasien. Apakah ia mau mengobati faktor-faktor risiko hingga tuntas. Atau dibiarkan hingga menimbulkan komplikasi pada penyakit yang lain. Sehingga merusak pembuluh darah dan memicu gagal ginjal. 

"Lebih baik pada tahap ini diobati sampai tuntas. Jadi harapan hidup panjang, kualitas hidup juga baik, tidak sampai terlambat dan tidak perlu biaya mahal untuk cuci darah," tukasnya.

Akan lebih baik agar masyarakat memperhatikan kesehatan tubuhnya. Menjaga pola makan, olahraga dan gaya hidup yang baik sehingga tidak sampai pada status obesitas.  (ism/nur)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia