Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Punya Istri Dianggurin, Donwori Pilih ‘Jajan’ Sembarangan AC/DC

05 September 2019, 04: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Kalau diibaratkan seperti hewan berdasarkan klasifikasi makanannya, Donwori, 34, ini termasuk golongan omnivora. Alias pemakan segala. Karena suami Karin, 30, doyan semuanya. Perempuan doyan, laki doyan, bencong pun doyan. Istilah populernya biseksual. Pecinta segalanya.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabay

Karin mengaku, menikahi Donwori tidak lebih baik daripada hidup melajang. Tambah bangkrut babak belur. Sudah tidak tanggung jawab dengan kebutuhan lahiriahnya, kebutuhan batinnya dianggurkan pula.

Ia blak-blakan mengaku kecewa dengan Donwori. Donwori yang sebelum menikah sangat rajin bekerja, atau setidaknya “terlihat” rajin bekerja, jadi melempem setelah menikah. Membuka usaha sendiri dengan istrinya, ia bukannya makin rajin, tapi lepas tangan. Semua pekerjaan dia limpahkan kepada Karin.

“Bener usaha bareng, tapi utekke nak aku. Sing mikir aku, sing kerjo aku. Deke akeh nganggure,” keluh perempuan berkacamata ini saat ditemui di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya.

Selain dibiarkan secara fisik, batin Karin juga dianggurkan. Ia sudah mirip istri tapi rasa janda, istilahnya. Ia mengeluh tidak pernah disentuh oleh suaminya sendiri.

Yang bikin gemas, Donwori malah lebih suka mencari kebahagiaan dari pelukan orang lain. Tak peduli laki-laki maupun perempuan. Semuanya ia beli.

Tak tanggung-tanggung, dalam satu minggu minimal sekali Donwori jajan di luar. Artinya dalam sebulan, ia akan jajan sebanyak empat kali. Kalau tarif minimal semalam paling murah Rp 250 ribu, berarti selama sebulan Donwori menghabiskan Rp 1 juta untuk membeli servis orang lain.

Sebuah tindakan yang tergolong pemborosan uang. Padahal kalau dibandingkan dengan layanan istri gratis dan always available.

Yang membuat makin sebal, yang dibeli Donwori ini aneh-aneh. Ada yang ketika transaksi sudah lewat, masih saja chat menggoda. Malakin minta ditraktir ini itu mentang-mentang mereka tahu Donwori “pengusaha”.

Ada juga yang menggoda untuk kembali check in dan rela dibayar rokok satu pack saja. Asalkan bisa berhubungan dengan Donwori. Yang seperti ini biasanya datang dari penjaja cinta pria.

“Kok aku ngerti, ya ngerti, opo gunane hape, aku ya nduwe mata-mata nak endi-endi,” solot Karin tak mau kalah.

Meski istilahnya sudah tahu dari lama, Karin rela ngempet melihat kelakuan Donwori. Demi menjaga hati anak dan keluarganya. Tapi karena dibiarkan tambah lama tambah ngelamak, Karin pun angkat tangan.

”Tambah suwe tambah koyo gombal amoh. Klumbrak klumbruk tok penggaweane, kok tak rasak-rasakne nelongso sak sembarange aku dadi bojo’e,” tukasnya. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia