Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Ekonomi Melambat, Industri Asuransi Optimistis Tumbuh Double Digit

04 September 2019, 18: 43: 32 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (NET)

Share this      

SURABAYA - Meskipun kondisi ekonomi masih melambat, namun industri asuransi diperkirakan tetap akan tumbuh double digit tahun ini. Hanya saja perlu kerja keras oleh semua stakeholder agar masyarakat semakin memahami pentingnya berasuransi.

Menurut Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dadang Sukresna, secara umum market asuransi di Indonesia masih cukup bagus. Hal ini terlihat dari data semester pertama 2019 yang tumbuh double digit dengan nilai Rp 40 triliun.

“Namun begitu perlu peran yang leboh optimal terutama dari para agen. Sebab potensi market di Indonesia masih cukup besar untuk terus dikembangkan,” ujar Dadang di Surabaya.

Dijelaskan, hingga saat ini peran para agen asuransi masih sekitar 13 persen dari total premi di Indonesia. Sedangkan broker dan direct masing-masing 30 persen. Sisanya kontribusi dari bancassurance, leasing dan lainnya.

Karena itu ke depan peran agen asuransi harus semakin dioptimalkan.  Selain itu agen juga harus lolos sertfikasi agar kompetensi dan pengetahuan mereka terstandar sama dengan para broker. Saat ini di Indonesia baru 6.800 agen yang sudah memiliki sertifikat.

“Peluangnya masih besar. Penetrasi asuransi di Indonesia masih kalah dengan Singapura yang sudah 7,39 persen. Sementara di Thailand 5,47 persen. Di Indonesia masih 2,85 persen sedikit di atas Malaysia yang masih 2,51 persen,” tambahnya.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jatim Heru Cahyono menambahkan, peran industri asuransi sangat penting untuk menggerakan roda perekonomian di Jatim. Dana dari masyarakat bisa dikelolah dalam berbagai instrumen bisnis seperti saham atau obligasi.

“Triwulan pertama 2019, total premi di Jatim mencapai 5 – 6 persen dari premi nasional. Hal ini karena kondisi perekonomian. Kami yakin premi di Jatim bisa tumbuh 12 – 15 persen tahun ini,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Ahli Agen Asuransi Umum Indonesia (A3UI) Baidi Montana mengatakan, wadah ini dibentuk untuk mendukung agen asuransi umum dalam mengembangkan keahlian dan profesionalisme.

“Kami juga ingin wadah ini bisa meningkatkan penetrasi, baik kualitas maupun kuantitas industri asuransi  di Indonesia. Sehingga akan berdampak signifikan untuk pertumbuhan ekonomi kedepan,” kata Baidi Montana. (fix/nur)

(sb/fik/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia