Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Features

Kekeringan, Humanity Water Tank ACT Bantu Dropping Air ke Warga Gaza

04 September 2019, 18: 24: 10 WIB | editor : Wijayanto

RIANG: Anak-anak di Gaza bersukacita mendapatkan bantuan air bersih dari humanity water tank ACT.

RIANG: Anak-anak di Gaza bersukacita mendapatkan bantuan air bersih dari humanity water tank ACT. (ISTIMEWA/ACT)

Share this      

GAZA – Berdasarkan World Resources Institute (WRI), 400 wilayah di dunia hidup dalam kondisi kekurangan air yang ekstrem. Negara-negara yang berada di kawasan kering di Timur Tengah merupakan yang paling tinggi tekanan ketersediaan airnya. Termasuk di wilayah Gaza. Palestina, yang tengah mengalami konflik kemanusiaan. Untuk itu, Humanity Water Tank (HWT) dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengunjungi wilayah Gaza Utara dan Kota Gaza.

Survei WRI tentang tekanan air global di dunia.

Survei WRI tentang tekanan air global di dunia. (ISTIMEWA/ACT)

Siklus pendistribusian air dua minggu Humanity Water Tank dimulai dari wilayah Gaza Utara. Lalu dilanjutkan ke wilayah Alnazla dan Kota Jabalia, Beit Hanoon dan Beit Lahia, Kota Gaza. Distribusi berakhir di Kota Alshaikh Ejleen. Sedangkan, siklus di wilayah Gaza Tengah diawali di Khanyounis dan Rafah, serta berakhir di wilayah Tal Alsultan.

Andi Noor Faradiba, tim Global Humanity Response (GHR)–ACT mengatakan, Humanity Water Tank ACT di Palestina memiliki siklus kerja dua minggu. Truk tangki air ini berkeliling di kota Gaza untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga setiap enam hari dalam sepekan.

“Humanity Water Tank libur antara hari Jumat, Sabtu, atau Minggu. Setelah dua minggu siklus, distribusi kembali dari awal dan seterusnya. Ada sekitar 19.400 penerima manfaat dalam seminggu, atau sama dengan per orang mendapat sekitar 20 liter air per hari,” kata Faradiba.

Selain ke sekolah-sekolah, air bersih didistribusikan ke pemukiman masyarakat prasejahtera, masjid, klinik, dan sarana umum lain di wilayah Gaza. “Persediaan air bersih untuk sekolah tidak selalu ada. Karena itu, sekolah-sekolah menjadi target pendistribusian air bersih Humanity Water Tank,” ujarnya.

Pakar hidrologi di Departemen Otoritas Air Palestina, Umar Ziad mengatakan bahwa kekeringan yang melanda Palestina sejatinya disebabkan oleh dua faktor. Pertama adalah faktor alami karena kurangnya curah hujan dan meningkatnya suhu panas. Faktor lain disebabkan sebagian besar sumber air Palestina dikuasai oleh Israel. Hanya 15 persen saja yang bisa dinikmati oleh warga Palestina. (act/jay)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia