Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Satlantas Gresik Gelar Operasi Ajak Hantu Jadi-Jadian Korban Laka

03 September 2019, 18: 43: 31 WIB | editor : Wijayanto

SIMPATIK: Anggota Satlantas Polres Gresik dibantu anggota Polisi Militer dari TNI melakukan razia kendaraan di Terminal Bunder ditemani sosok hantu korban kecelakaan.

SIMPATIK: Anggota Satlantas Polres Gresik dibantu anggota Polisi Militer dari TNI melakukan razia kendaraan di Terminal Bunder ditemani sosok hantu korban kecelakaan. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Satlantas Polres Gresik punya cara tersendiri untuk membuat efek jera bagi pengendara kendaraan yang terjaring Operasi Patuh Semeru 2019. Salah satunya dengan mengelar operasi bareng hantu jadi-jadian korban kecelakaan (laka).

Hantu yang berpakaian lengkap dengan berkostum putih, dan diberi bercak darah ini terus mengikuti petugas saat melakukan penilangan penggendara yang melanggar aturan. Dengan sedikit usil, mereka beberapa kali berhasil mengagetkan para pengendara yang terkena tilang petugas.

KBO Satlantas Polres Gresik Iptu Khairul Anwar mengatakan, tujuan dihadirkan hantu korban laka untuk membuat efek jera bagi pengendara yang kerap kali melanggar peraturan lalu lintas.

"Ini supaya pengendara baik itu roda dua, empat maupun lebih jera agar tidak melanggar peraturan lalu lintas. Pasalnya, korban kecelakaan itu terjadi diawali dari pelanggaran," ujarnya.

Ditambahkan Khoirul, operasi dengan sandi Ops Patuh Semeru 2019 ini tujuan pokoknya menekan angka kecelakaan lalu lintas. Selain itu, pihaknya juga diminta menggunakan cara humanis dalam penindakan.

"Operasi patuh di Terminal Bunder hari ini kami laksanakan sidang di tempat. Target operasi ini agar pelanggar ada efek jera karena banyak pengendara yang masih sering melanggar. Tujuan pokok untuk menekan angka kecelakaan lalulintas," imbuhnya.

Hal senada disampaikan Kanit Patroli Satlantas Ipda Suryono. Pihaknya mengungkapkan jika Ops Patuh Semeru dilaksanakan selama 14 hari sejak tanggal 29 Agustus kemarin.

Dari enam hari operasi, pihaknya sudah menindak 1800 pelanggar yang didominasi oleh pengendara yang tidak memiliki SIM.

"Rata-rata didominasi di bawah umur. Kalau hari ini ada 90 pelanggar yang langsung sidang ditempat kemudian kami beri arahan untuk tidak mengulangi pelanggaran lalulintas," ujarnya.

Sementara itu, kehadiran hantu jadi-jadian korban laka itu, sempat para pengendara roda dua dan empat maupun lebih terkejut.

Pasalnya, tidak seperti biasanya petugas melakukan hal itu. Bahkan, salah satu pengendara roda yang terjaring Operasi Patuh Semeru 2019, Risma ,18, asal Lamongan kaget.

Isma yang mengendarai motor Yamaha Jupiter nopol W 2485 BX ditilang karena tidak memiliki SIM. "Kaget saja kok ada hantu jadi-jadian pas ada operasi yang dilakukan oleh polisi," ujarnya. (yud/rof)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia