Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Rileks Sambut Persalinan dengan Aquatic Yoga

03 September 2019, 09: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

BERI AFIRMASI POSITIF: Dr Astie, instruktur aquatic Yoga memandu Mariana melakukan aquatic yoga di salah satu spa di Jalan Bogowonto, Surabaya, Senin

BERI AFIRMASI POSITIF: Dr Astie, instruktur aquatic Yoga memandu Mariana melakukan aquatic yoga di salah satu spa di Jalan Bogowonto, Surabaya, Senin (2/9). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Jika ingin mendapatkan proses kelahiran mudah, sepertinya yoga aquatik bisa dicoba. Yoga aquatik atau yoga di dalam air memiliki banyak manfaat. Utamanya mempersiapkan otot tubuh dan mental ibu hamil agar senantiasa rileks menyambut kelahiran. Juga menikmati proses kehamilan dengan santai terhindar dari resiko mood swing. 

Dokter Astie, instruktur aquatic Yoga dari salah satu pusat spa di Surabaya Pusat menjelaskan, yoga aquatik tidak jauh berbeda dengan yoga biasa. Hanya saja gerakan-gerakannya lebih smooth dibandingkan dengan yoga biasa. “Kalau yoga biasanya tujuannya exercise, kalau aquatic yoga tujuannya lebih ke relaksasi,” ujarnya, Senin(2/9). 

Yoga aquatic, membantu merelaksasi pinggul sehingga siap ketika lahir.  Selain itu, relaksasi juga didapatkan dari efek media air hangat yang digunakan. Serta aroma terapi yang untuk mengiringi proses yoga. Aroma terapi yang digunakan pun bervariasi. Untuk kehamilan 14 minggu ke atas, essense yang digunakan adalah peppermint atau lavender. Berbeda ketika memasuki minggu ke 39, yakni menggunakan jasmine, yang baik untuk merangsang kelahiran. 

Aquatic yoga bisa dilakukan sejak kehamilan ke-14 hingga menjelang kelahiran. Bahkan, semakin menuju kelahiran, intensitas yoga juga dianjurkan lebih banyak. Dalam sekali yoga, bisa memakan waktu maksimal 45 menit. 

Ada lima urutan gerakan atau yang biasa disebut sequence. Pertama adalah centering, yakni menyatukan tubuh dan fikiran. Dilakukan dengan gerakan duduk bersila dengan tangan posisi mugra atau posisi meditasi. Sequence kedua adalah pranayama. Yakni mengolah nafas dengan perut. Setelah pernafasan teratur, baru masuk ke proses warming up dan masuk gerakan utama atau asanas. Dalam sequence ini bisa dilakukan dengan berbagai gerakan, misalnya gerakan plank position atau open hips. Dan terakhir, ditutup dengan gerakan restorasi. 

Keunggulan yoga di dalam air, terang dokter Astie, adalah gerakannya lebih ringan karena dibantu oleh tekanan air. Namun tantangannya adalah menyeimbangkan tubuh. Tentunya, ibu hamil juga harus berhati-hati karena lantai yang licin. “Sebenarnya yoga dalam air bisa dilakukan dengan dua cara. Ada dengan duduk seperti di sini, ada juga dengan posisi berdiri. Menyesuaikan kedalaman kolam,” lanjutnya. 

Meski begitu, tidak semua ibu hamil bisa mengikuti jenis yoga ini. Beberapa yang memiliki kontra indikasi di antaranya ibu hamil dengan preeklamsi, hipertensi, plasenta previa atau inkompetensi serviks dan abortus (keguguran) berulang. (ism/nur)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia