Jumat, 22 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Persona Surabaya
Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng

Profesor Teknik Sipil yang Gemar Berkebun

02 September 2019, 18: 38: 18 WIB | editor : Wijayanto

HOBI MEMBACA: Buku tak pernah lepas dari Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng.

HOBI MEMBACA: Buku tak pernah lepas dari Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

DI sela-sela kesibukannya menjabat rektor di Univesitas Kristen Petra (UKP) Surabaya, ternyata Prof. Djwantoro masih menyempatkan diri untuk menekuni salah satu hobinya, yaitu berkebun. Di halaman rumahnya, mulai dari aglaonema, kuping gajah, beberapa jenis tanaman bunga seperti anggrek, dan masih banyak lainnya, tertata rapi dan indah dipandang.

“Dari dulu memang suka berkebun. Waktu saya jadi dosen sebelas tahun di Nusa Tenggara Timur (NTT), di sana kan halaman rumah cukup luas, jadi lebih banyak tanamannya. Kalau di rumah Surabaya ini lumayan juga, tapi tak sebanyak di rumah NTT karena keterbatasan lahan juga ya,” ceritanya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (30/8).

Pria asal Blora, Jawa Tengah, ini mengaku tak punya jenis-jenis tanaman tertentu untuk ditanam. “Asal dia (tanaman, red) bisa tumbuh di cuaca Kota Surabaya saja sih. Mudah perawatannya juga,” akunya.

Biasanya akhir pekan dijadikan waktu khusus Prof. Djwantoro untuk merawat koleksi tanamannya. Bersama istri tercinta, Rutini Tanudjaja, dia menyiram dan memberi pupuk sendiri. Menurutnya, ada kesenangan tersendiri jika tanaman-tanaman yang dia rawat bisa tumbuh subur dan berbunga cantik.

Selain berkebun, Prof. Djwantoro yang merupakan alumni UKP Surabaya jurusan teknik sipil ini juga masih giat menulis. Baik untuk keperluan jurnal ilmiah atau artikel pendek terbit di koran. Seperti saat gempa melanda Kota Palu dan Donggala. Dia menyorot soal mitigasi bencana.

“Gempa memang tidak bisa dicegah, tapi kerusakan dan korban jiwanya bisa diminimalisir. Kita bisa belajar dari Negara Jepang. Di sana memang rawan gempa, tapi kerusakan dan korban jiwa sedikit karena ya memang konstruksi bangunannya sudah didesain agar bisa tahan gempa,” ungkapnya.

Tak hanya itu, fenomena likuifaksi juga menjadi pembahasan menarik untuk Prof. Djwantoro. Dia menilai peristiwa ‘tanah bergerak’, juga harus teredukasi ke masyarakat. Tujuannya supaya ketika mereka membeli lahan, dapat memilih area aman.

“Itulah kenapa mahasiswa-mahasiswa Indonesia, terutama UKP Surabaya, harus terus mau belajar banyak hal. Agar nantinya ilmu yang mereka pelajari bisa diedukasikan lagi ke masyarakat,” tutupnya. (rul/opi)

Tentang Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng

Jabatan             : Rektor Universitas Kristen Petra Surabaya

Tempat lahir     : Blora

Tanggal lahir     : 10 Desember 1960

Pendidikan       :

-    Ph.D, Cvil Engineering, Curtin University, Perth, Australia, 2006

-    Graduate Certificate in Tertiary Teaching (GCTT), Curtin University, Perth, Australia, 2008

-    M.Eng, Structural Engineerig, Asian Institute of Technology, Bangkok, Thailand, 1993

-    B.Eng, Civil Engineering, Petra Christian University, Surabaya, Indonesia, 1985

Keanggotaan    :

-    Anggota, Indonesia Society of Civil and Structural Engineers (HAKI)

-    Anggota, Asian Concrete Federation (ACF)

-    Anggota, American Concrete Institute (ACI)

-    Anggota, fib (Federation Internationale du Beton/International Federation for Structural Concrete)

-    Pendiri dan anggota dewan, fib Indonesia

-    Pendiri dan anggota dewan, Indonesia Consortium of Geopolymer Research (KORIGI)

(sb/rul/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia