Selasa, 15 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Tawuran Bawa Sajam, Samurai, hingga Cangkul, 200 Geng Jawara Diamankan

02 September 2019, 17: 08: 22 WIB | editor : Wijayanto

BAHAYA: Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto (dua dari kiri) menunjukkan sejumlah senjata tajam (sajam) yang disita.

BAHAYA: Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto (dua dari kiri) menunjukkan sejumlah senjata tajam (sajam) yang disita. (GUNTUR IRIANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Sekitar 200 anak anggota dua geng nyaris terlibat tawuran masal di Jalan Jakarta, Surabaya, Minggu (1/9) dini hari. Sebanyak 30 anak diamankan polisi. Masing-masing 22 anak dari geng All Star Surabaya dan delapan anak menyebut kelompoknya sebagai Aliansi Jawara Kampung.

Polisi juga menyita senjata tajam (sajam) mulai dari pisau penghabisan, samurai, hingga senjata rakitan. Tidak hanya itu. Ada juga sabuk, kayu, bola lampu hingga cangkul pun dijadikan senjata untuk berkelahi.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, pihaknya terkejut saat mengetahui 30 orang yang ditangkap tersebut semuanya masih di bawah umur. Rata-rata usia mereka di bawah 15 tahun alias masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah dasar (SD). 

SALAH ASUHAN: Puluhan anak-anak anggota geng diamankan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak berserta barang bukti senjata tajam.

SALAH ASUHAN: Puluhan anak-anak anggota geng diamankan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak berserta barang bukti senjata tajam. (GUNTUR IRIANTO/RADAR SURABAYA)

Anak-anak ini sudah saling ejek di media sosial (medsos) selama beberapa hari. Hingga akhirnya mereka sepakat bertemu di Jalan Jakarta untuk tawuran. "Mereka sudah bersiap sebelumnya. Begitu juga dengan berbagai senjata yang kami sita ini," katanya.

AKBP Agus menceritakan, mulanya anggota melaksanakan patroli gabungan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Saat itu, polisi curiga ada anak-anak berkumpul di sekitar SPBU Jalan Jakarta. Jumlahnya sekitar 200 anak. Mereka diidentifikasi sebagai anak di bawah umur. Kemudian anggota Satreskirm Polres Pelabuhan Tanjung Perak turun ke lokasi.

Mengetahui kedatangan polisi, ratusan anak pun pontang-panting membubarkan diri. Rencana tawuran berantakan. Mereka berlarian ke perkampungan untuk menghindari kejaran petugas yang sudah mengepung. Sebanyak 22 anak berhasil diamankan.

Polisi juga menyita beberapa pedang dan samurai, sabuk, cangkul, hingga pedang yang terbuat dari seng yang dibuat bergerigi. "Awalnya 22 anak, kemudian kami kembangkan lagi. Ternyata mereka janjian dengan geng lain," tuturnya.

Polisi bergerak cepat menyisir lokasi awal. Benar saja. Ada delapan anak yang berhasil diamankan polisi. Kelompok kedua ini mengaku tergabung dalam geng Aliansi Jawara Kampung. Delapan pemuda pun diciduk, sementara ratusan pemuda lainnya kabur mengendarai sepeda motor.

"Mereka mengaku menggunakan nama tersebut karena kumpulan jawara-jawara kampung masing-masing," ungkapnya.

Anak-anak ini mengaku sudah mempersiapkan diri sebelum untuk tawuran masal. Bahkan, All Star Surabaya sampai meminta bantuan teman-temannya dari wilayah Menganti, Gresik. Mereka datang mengendarai sepeda motor hanya untuk ikut tawuran.

Di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, anak-anak ini dikumpulkan polisi dan diminta menyanyikan lagu Indonesia Raya serta mengucapkan Pancasila. "Mereka semua masih di bawah umur, tapi perbuatan mereka sangat meresahkan. Bahkan, ada yang masih kelas tiga SD," kata Agus.

Anak-anak anggota kedua geng baru dibolehkan pulang setelah orang tuanya datang menjemput. "Biar orang tuanya tahu apa yang dilakukan anaknya di luar," katanya.

Salah seorang anak mengaku ikut tawuran karena diajak kawan-kawannya di grup media sosial. Dia menganggap geng Aliansi Jawara Kampung mengganggu mereka. Ini membuat kelompok All Star Surabaya hendak bertindak. "Saya dari Menganti, Pak. Saya dihubungi dan ikut saja. Katanya, mereka (Aliansi Jawara Kampung) sering resek," ujarnya tanpa penyesalan. (gun/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia