Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Berukuran Jumbo, Dibuat Bercita Rasa Super Pedas

29 Agustus 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

IWAK BANDENG: Olahan ikan bandeng dari Chef Junaedi bisa tahan selama kurang lebih satu minggu jika disimpan di lemari es.

IWAK BANDENG: Olahan ikan bandeng dari Chef Junaedi bisa tahan selama kurang lebih satu minggu jika disimpan di lemari es. (ABDULAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Tak hanya ragam bolu atau cookies, kini oleh-oleh pun tak harus bercita rasa manis. Lain daripada oleh-oleh kekinian yang saat ini banyak bermunculan, Chef Junaedi justru memilih ikan bandeng sebagai bahan utama. 

Sesuai cita rasa kesukaan masyarakat Surabaya, sous chef Hotel 88 Embong Malang Surabaya ini berkreasi dengan rasa pedas saat mengolah bandeng untuk dibawa sebagai oleh-oleh. “Surabaya kan memang terkenal dengan sambal pedasnya ya, makanya saya pilih oleh-oleh yang punya ciri khas pedas Surabaya banget,” jelasnya saat ditemui belum lama ini.

Dua olahan ikan bandeng dengan dua varian sambal pun dia siapkan. Ada ikan bandeng dengan sambal terasi dan juga sambal bawang. “Sama-sama pedasnya. Tapi yang satu kami nyebutnya Iwak Bandeng original, karena pakai sambal terasi,” imbuh chef murah senyum ini.

Selain spesial karena rasa pedasnya, Chef Junaedi juga memiliki rules saat proses pemilihan ikan bandeng. Dia lebih memilih ikan bandeng yang dibudidayakan di Sidoarjo daripada di kota lain. Menurutnya, sebagai kabupaten penghasil bandeng terbesar di Jawa Timur, pilihan ukuran ikan bandeng di Sidoarjo lebih beragam. “Untuk oleh-oleh Iwak Bandeng ini, saya pilih ikan yang beratnya 900 gram. Minimal 850 gram lah. Jumbo karena kan memang buat oleh-oleh jadi harus beda ukurannya dengan yang biasanya disajikan sehari-hari,” ujarnya.

Dengan berat sebesar itu, sebelum dioven, ikan bandeng harus melalui teknik marinate atau direndam ke dalam bumbu selama kurang lebih lima jam. “Sebelumnya diambil dulu duri-duri di bandengnya. Proses marinate lumayan lama supaya bumbu-bumbu meresap sempurna. Baru kemudian di-oven selama 90 menit,” jelasnya. Sebelum di-oven, tambah Chef Junaedi, ikan bandeng diisi dengan sambal di bagian dalam ikannya. “Jadi nggak cuman ada sambal di bagian luarnya tapi di bagian dalam ikannya juga ada. Bagi yang suka pedas, oleh-oleh ini cocok untuk dibawa pulang. Dimakan sama nasi hangat, sedap betul,” sambung chef yang handal memasak kuliner Indonesia ini. 

Karena diperuntukkan untuk oleh-oleh, Iwak Bandeng olahan chef Junaedi hanya memiliki ketahanan dua hari saat di suhu ruangan dan tujuh hari saat dimasukkan ke lemari es. (ism/nur)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia