Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya
Kekurangan Guru Bisa Diatasi Dana Tistas

Dispendik Jatim Lantik 656 Guru ASN

29 Agustus 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Ratusan guru ASN SMA/SMK dilantik oleh Kepala Plt Dispendik Jatim Hudiyono di Gedung Ki Hajar Dispendik Jatim, Rabu (28/8) siang.

Ratusan guru ASN SMA/SMK dilantik oleh Kepala Plt Dispendik Jatim Hudiyono di Gedung Ki Hajar Dispendik Jatim, Rabu (28/8) siang. (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Sebanyak 656 guru SMA/SMK di lingkungan Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dispendik Jatim) dilantik di Gedung Ki Hajar kantor Dispendik Jatim, Rabu (28/8) siang. Pelantikan itu dipimpin langsung oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dispendik Jatim, Hudiyono.

Pada sambutannya,  Hudiyono mengatakan, tujuan dilantiknya ratusan tenaga pengajar SMA/SMK Negeri tersebut untuk membangun komitmen antara guru dengan masyarakat. Hudiyono menjelaskan, tantangan bagi para tenaga pendidik saat ini lebih berat ketimbang guru pada zaman dulu. 

“Mereka dilantik sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) ini kita beri semacam penguatan, apa saja yang masuk dalam rana mereka, apa yang menjadi warning mereka (siswa). Ketika siswa terdampak pengaruh negatif, guru ini paham apa saja persoalan yang ada saat ini,” kata Hudiyono.

Selain itu, Hudiyono juga menekankan pada para guru ASN yang baru  dilantik agar memgutamakan pendidikan karakter untuk siswa. Oleh karena itu, para guru juga dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi saat ini. 

Jika guru dapat mempelajari perkembangan teknologi di era sekarang, menurut Hudiyono, hal tersebut akan menjadi memunculkan inovasi dan kreativitas bagi siswa. 

“Nah, kalau teknologi yang perkembangannya sangat pesat ini disalah gunakan oleh siswa, maka akan terjadi bencana bagi dunia pendidikan. Ini (tantangan) yang saya kira guru harus mempersiapkan sejak dini,” tegasnya. 

Saat disinggung masih adanya kekurangan tenaga pendidik jenjang SMA/SMK di Jatim, pihaknya menjelaskan, Dispendik Jatim telah melakukan berbagai upaya mengatasi hal itu. Salah satunya dengan cara pemerataan guru di seluruh Jatim. 

Selain itu, ia juga mengatakan, Dispendik Jatim melakukan pemetaan di titik mana saja sekolah SMA/SMK yang sesuai dengan kebutuhan yang ada. Ia mengaku, memang saat ini masih ada sekolah yang kekurangan guru dan bisa diatasi dengan menerima guru tidak tetap di masing-masing sekolah.

“Itu (kekurangan) karena kita melakukan pemerataan dan pemetaan guru sesuai kebutuhan sekolah. Selain itu, Surat Keputusan (SK) Gubernur menjelaskan, untuk memenuhi kekurangan guru itu dengan cara menerima guru tidak tetap sebagai tenaga pembantu yang difasilitasi oleh pemerintah provinsi (Pemprov) Jatim menggunakan dana pendidikan gratis dan berkualitas (tistas),” pungkasnya. (gin/rak)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia