Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya
Launching KP-KAS

Kampung Pendidikan Dorong Anak-anak Kembangkan Potensi Non-Akademis

28 Agustus 2019, 20: 07: 50 WIB | editor : Wijayanto

MERIAH: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama ratusan pelajar, Risma mengajak anak untuk terus belajar dan berprestasi.

MERIAH: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama ratusan pelajar, Risma mengajak anak untuk terus belajar dan berprestasi. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meluncurkan Lomba Kampung Pendidikan Kampunge Arek Suroboyo (KP KAS) di halaman Balai Kota Surabaya, Rabu (28/8). Ratusan anak-anak  dihadirkan untuk mendapatkan motivasi dari Arek-arek Suroboyo yang sudah sukses di bidang masing-masing.

SINERGI: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (tengah), Direktur Radar Media Surabaya Lilik Widyantoro (tujuh dari kanan) bersama para sponsor dan Kepala DP5A Chandra RMD Oratmangun (dua dari kiri) dan

SINERGI: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (tengah), Direktur Radar Media Surabaya Lilik Widyantoro (tujuh dari kanan) bersama para sponsor dan Kepala DP5A Chandra RMD Oratmangun (dua dari kiri) dan (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Seperti Risma sendiri, Chef Ken dari Master Chef Indonesia, Bima Sakti, pesepakbola yang disekolahkan Risma ke Liverpool, serta Ibam, anak tunanetra yang memiliki talenta luar biasa bermusik.

Berbeda dengan tahun lalu, launching kali ini dihadiri mayoritas anak-anak. Sesuai dengan fokus baru KPKAS 2019, yakni menggali potensi anak-anak di Kota Surabaya di luar bakat akademisnya.

Kegiatan Kampung Pendidikan Kampunge Arek Suroboyo ini juga didukung oleh PT Surya Timur Sakti Jatim (Yamaha), PT Terminal Petikemas Surabaya, BFI Finance, Citra Land Surabaya, PT Suparma Tbk, Pertamina, dan Bank Jatim.

“Semua anak kecerdasannya beda-beda. Gak semua pinter matematika atau fisika. Yang gak bisa kan kasihan seolah-olah mereka gak punya arti. Padahal, tidak mungkin Tuhan memberikan kekurangan saja. Nah, itulah yang kita dorong kelebihan itu untuk dikeluarkan. Toh, banyak sekali orang yang sukses bukan dalam satu bidang saja. Salah satunya seperti yang kami hadirkan ini,” ujarnya.

Risma mengatakan, anak-anak saat ini memiliki tantangan yang berat. Mereka berada dalam kontrol sekolah selama delapan jam sehari. Selebihnya, mereka menghabiskan waktu di luar dunia akademis. Bisa di rumah atau lingkungan bermain. Waktu 16 jam di luar akademis inilah yang menjadi fokusnya. Jangan sampai anak-anak menghabiskan waktu dan terpengaruh hal-hal negatif.

Selama ini Risma mengaku sering menjumpai anak-anak yang melakukan perbuatan menyimpang karena tidak punya kesibukan di luar sekolah. Adanya kampung pendidikan ini diharapkan agar anak memiliki aktivitas positif di luar sekolah untuk mengembangkan diri.

“Dulu, kalau anak-anak menyendiri, paling mentok mereka melamun. Sekarang, sendiri, informasi-informasi dari luar bisa masuk. Ada yang positif dan ada yang negatif. Itulah mengapa tugas kita sebagai orang tua untuk mengisi. Jangan sampai anak-anak ini punya waktu menganggur yang dimanfaatkan untuk hal tidak baik dan menyimpang,” lanjutnya.

Risma kemudian mengenang zaman ketika mengenyam pendikan menengah. Selain sekolah formal, waktunya dihabiskan untuk berkegiatan di luar akademis. Risma aktif menjadi atlet lari, terlibat dalam klub basket dan voli. Sehingga tidak ada waktu untuk diarahkan ke hal-hal negatif. Semua ini tak lepas dari dukungan orang tua dan support guru untuk mengembangkan kemampuannya.

“Karena dulu saya gak juara-juara, terus jadi atlet lari, juara dua terus, akhirnya saya memilih lebih rajin sekolah saja. Akhirnya, saya jadi seperti ini. Ayo, anak-anak juga harus bisa,” lanjutnya.

Melalui Kampung Pendidikan inilah, Risma mendorong partisipasi masyarakat agar terjun langsung mendorong anak-anak agar dapat menemukan talentanya. Dalam KP KAS tahun ini terdapat 11 jenis pelatihan. Mulai dari musik, videografi, masak, tari dan berbagai keterampilan lain. Pesannya, agar anak-anak Surabaya terlibat. Tentu dengan dorongan orang tua dan masyarakat.

“Kota Surabaya besar karena partisipasi masyarakatnya. Ayolah, jangan cuek dengan anak-anak yang ada di sekitar kita. Ayo kita dorong agar mereka mengembangkan bakat. Tidak hanya orang tua. Kalau ada anak di lingkungan di sekitar kita yang ada tidak benar, ayo diarahkan. Kemarin saya ngobrol dengan pebulu tangkis internasional. Kunci kesuksesan mereka ini tidak lain karena dorongan orang tua dan guru di sekolah. Jika tidak, anak-anak juga tidak akan berkembang,” ujarnya.

Chef Ken juga memberikan motivasi kepada anak-anak. Ia berpesan agar anak-anak ini menemukan bakat dan keterampilan masing-masing. Juga menekuni bakatnya dan mencoba hal baru. Ia mencontohkan perjalanan karirnya. Dimulai dari mengikuti lomba memasak yang akhirnya mengarahkan kepada karir masa depan.

Begitu juga dengan Bima Putra. Dia menutup motivasinya dengan kalimat motivasi yang sangat indah. “Jangan malu untuk berprestasi. Jangan takut untuk berprestasi. Sebab, orang yang berprestasi pasti akan diapresiasi,” katanya. (ism/rek)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia