Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya

Kalijudan Jadi Kampung Guyub Lewat Gelaran Surabaya Smart City

28 Agustus 2019, 18: 14: 38 WIB | editor : Wijayanto

SEMANGAT: Plt Kepala DKRTH Surabaya Eri Cahyadi berfoto bersama kader lingkungan dan warga disela-sela sosialisasi SSC di Kalijudan Taruna, Selasa (27/8).

SEMANGAT: Plt Kepala DKRTH Surabaya Eri Cahyadi berfoto bersama kader lingkungan dan warga disela-sela sosialisasi SSC di Kalijudan Taruna, Selasa (27/8). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Lomba Surabaya Smart City (SSC) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, mampu memberi stimulus pada setiap kampung untuk menggali potensinya. Seperti yang disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKRTH Kota Surabaya Eri Cahyadi saat sosialisasi di kawasan Kelurahan Kalijudan, Kecamatan Mulyorejo.

Menurut Eri, konsep SSC berbeda dengan Surabaya Green and Clean (SGC maupun Merdeka Dari Sampah (MDS) yang sebelumnya sudah sering digelar. SGC hanya fokus pada penghijauan, sedangkan MDS konsnetrasi pada pengurangan sampah. Sedangkan SSC mencakup  semua hal yang lebih kompleks.

“Seperti yang terdapat di kampung ini. Itu termasuk smart social, kepedulian kepada sesama warga, sehingga tidak ada yang kesusahan,” terangnya.  Sehingga tidak hanya penghijauan, tetapi apa yang bisa dilakukan atau dimunculkan di kampung terkait sehingga ada perubahan.

Lebih lanjut Eri menjelaskan, Kalijudan merupakan kampung yang guyub. Sedangkan keguyuban juga menjadi salah satu aspek penilaian.

“Sehingga kita bisa potensikan di sini. Kampung yang ini keunggulannya ada pada wisata keguyuban warga. Contoh ada kampung engkle. Nah, di sini nanti bisa mengembangkan apa? Bisa sebuah permainan atau apapun yang bisa menjaga keguyubannya tersebut,” jelasnya.

Selain itu, di Kalijudan antar warganya sudah terjalin kedekatan, meskipun ada perbedaan agama maupun ras. “Di sini itu (Kalijudan, Red) guyub betul, sehingga tinggal kita tingkatkan saja. Nantinya, ketika sudah ditingkatkan, harapan ke depan ini akan menjadi contoh bahwa kampung itu seharusnya menjadi begini,” jelasnya.

Eri berharap, nantinya pihaknya bisa melihat adanya kampung wisata guyub di Surabaya. Yang di dalamnya pun terdapat permainan, cangkrukan, atau apapun yang bisa menyelesaikan masalah dan ketika ada masalah bisa langsung tertangani.

“Sehingga ketika semua itu sudah terbentuk, maka semua permasalahan di Surabaya sudah terselesaikan di kampung,” lanjutnya. (cin/opi)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia