Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Gagal Bakar Batu, Gubernur Papua Minta Khofifah Lindungi Warganya

28 Agustus 2019, 17: 34: 41 WIB | editor : Wijayanto

CARI SOLUSI: Gubernur Papua Lukas Enembe (dua dari kiri) menemui Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (tengah) yang didampingi Wagub Jatim Emil Dardak di Gedung Negara Grahadi.

CARI SOLUSI: Gubernur Papua Lukas Enembe (dua dari kiri) menemui Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (tengah) yang didampingi Wagub Jatim Emil Dardak di Gedung Negara Grahadi. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Berbagai upaya terus dilakukan untuk menciptakan kerukunan di antara anak bangsa. Gubernur Papua Lukas Enembe melakukan pertemuan dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Didampingi jajaran forum pimpinan daerah (forkopimda), Gubernur Khofifah memyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi dengan warga Papua yang berada di Jalan Kalasan, Surabaya.

"Saya sudah membangun komunikasi sebaik mungkin dengan anak-anak kami (warga Papua) yang ada di Jatim. Agar kita semua merasa aman dan nyaman terlindungi," kata Khofifah.

Tak lupa, Khofifah yang berada di samping Lukas Enembe menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi pada 16-17 Agustus lalu di Jatim. "Siapa pun yang menuntut ilmu dan bekerja di Jatim harus merasa," katanya.

Sementara itu, Gubernur Papua Lukas Enembe menyatakan pihaknya akan melakukan komunikasi lebih lanjut dengan para mahasiswa Papua di Jatim. Jika bisa bertemu dengan warga Papua di asrama, pihaknya melakukan upacara adat bakar batu. "Kalau mereka mau keluar, saya harus bikin upacara adat (bakar batu). Nanti saya siapkan," kata Lukas di Grahadi.

Lukas sebelumnya sudah berkoordinasi dengan anggota DPR RI. Namun, belum ditemukan solusi yang tepat untuk meluluhkan hati para mahasiswa di Asrama Papua, Jalan Kalasan, Surabaya. Karena itu, dirinya berupaya menyelesaikan permasalahan ini secara adat. "Kalau mereka bisa kita ajak komunikasi baik-baik, kita akan bakar batu di depan asrama," tegasnya.

Dalam pertemuan kemarin, Lukas meminta Gubernur Jatim Khofifah untuk menjaga anak-anak Papua baik yang berada di asrama maupun di luar asrama. Menurutnya, perbedaan harus dijaga sebaik mungkin untuk setiap warga Indonesia. "Negara kita ini adalah negara persatuan. Tolong Ibu Khofifah jaga anak-anak saya, yang bekerja maupun menuntut ilmu di Jatim," katanya.

Setelah pertemuan, rombongan Gubernur Papua Lukas Enembe bersama Gubernur Jatim Khofifah menuju ke Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Pacarkeling, Surabaya. Setibanya di lokasi pada pukul 17.36, pagar asrama tertutup rapat. Sejumlah warga yang berada di dalam asrama berteriak dan menolak kunjungan kedua gubernur tersebut. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia