Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Disulut Masalah Cewek

Inilah Motif dan Kronologi Pengeroyokan dan Pembunuhan Arif Rohman

28 Agustus 2019, 14: 16: 36 WIB | editor : Wijayanto

TERSANGKA: Inilah lima pelaku aksi pengeroyokan dan pembunuhan terhadap Arif Rohman.

TERSANGKA: Inilah lima pelaku aksi pengeroyokan dan pembunuhan terhadap Arif Rohman. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Lima tersangka pengeroyokan dan pembunuhan terhadap M Arif Rohman, 24, warga Peganden Kidul, Manyar, Gresik, akhirnya dirilis polisi, Selasa (27/8). Dari kelimanya, hanya satu pelaku yang diketahui menganiaya korban dengan cara dilempar dengan batu paving saat sudah tersungkur ke aspal, Sabtu dini hari (24/8) lalu. Korban Arif Rohman akhirnya meninggal saat perjalanan ke rumah sakit.

Adapun kelima tersangka penganiayaan yang dirilis tersebut adalah Eko Agung Prasetyo, 23, warga Jalan Akim Akim Kayat, Gresik; Deni Kristiawan, 26, warga Jalan Manukan Wetan Surabaya.

Lalu M. Saifudin Nur, 20, warga Jalan Usman Sadar Gresik; Andre Hafani, 21, warga Jalan Usman Sadar Gresik, serta Achmad Ichsan Sidik, 23, warga Jalan Usman Sadar Gresik. 

BARANG BUKTI: Linggis milik korban yang ditemukan di TKP.

BARANG BUKTI: Linggis milik korban yang ditemukan di TKP. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Sedangkan keenam korbannya adalah M Arif Rohman, 24, warga Peganden Kidul, Manyar, Gresik; Malen Maulana, 29, warga Suci, Manyar, Gresik; dan Nurul Imam, 29, warga Jalan Balongsari Tama, Surabaya.

Kemudian Ahmad Ruli Amanda, 19, warga Jalan Karangpoh Indah Barat, Surabaya; Sujono, 31, warga Jalan Karangpoh Gang Lebar; dan Slamet Hidayat, 24, warga Dusun Peganden, Manyar, Gresik. 

“Keenam korban mengalami luka di sekujur tubuh. Mulai dari kepala, dagu, tangan, kaki, punggung dan wajah,” ungkap Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti. 

Menurut Bima, dari kelima pelaku yang ditangkap, Andre Hafani merupakan orang yang paling banyak menghajar korban Arif Rohman hingga terluka parah dan akhirnya tewas.

Selain memukul korban dengan tangan kosong, ia juga melempar, bahkan menumbuk korban dengan batu paving saat korban sudah tersungkur di aspal. “Itu dilakukan dua kali,” terangnya. 

Menurut Bima, tak hanya menganiaya, Andre juga membawa kabur ponsel (HP) milik korban saat sekarat. Sehingga, khusus tersangka Andre, penyidik akan menjeratnya dengan pasal perampasan.

“Selain kepada korban AR (Arif), tersangka juga melempar punggung SJ (Sujono) dengan paving yang sama,” ujarnya. 

Sedangkan keempat tersangka lain mengaku tak menghajar korban Arif, namun kelima korban yang lain.

Penganiayaan yang mereka lakukan variatif. Mulai dari menendang, memukul hingga melempar dengan batu. Sedangkan linggis kecil yang ditemukan di lokasi kejadian, menurut Bima, merupakan milik korban.

“Jadi, sebelum korban dikeroyok, ia sempat melakukan perlawanan. Salah satunya dengan mengeluarkan linggis itu. Namun, berhasil direbut oleh para tersangka,” lanjut alumnus Akpol tahun 2013 itu. 

Mantan Kanit Reskrim Polsek Pakal ini juga mengatakan, tiga pelaku lain yang masih buron dan diduga ikut melakukan pengeroyokan sudah dikantongi identitasnya.

Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap ketiganya. “Kami sudah cari di rumah masing-masing pelaku, tapi mereka sudah tak ada di rumah,” tandasnya. 

Sementara itu kepada polisi, Andre mengaku pemicu cekcok tersebut sebenarnya karena salah paham. Saat itu ia tak sengaja bertemu dengan korban Arif bersama kekasihnya di Jalan Segoromadu, di depan Gelora Joko Samudro, Gresik.

Saat itu, salah satu teman Andre tak sengaja menyenggol cewek korban. “Saat itu sempat terjadi cekcok, tapi kami sudah meminta maaf,” terangnya.

Hanya saja, keesokan harinya, korban bersama satu temannya mendatangi Andre sambil membawa linggis kecil. Andre pun kaget lantaran ia mengira permasalahan malam itu sudah selesai. Akhirnya  Andre pun jengkel pada korban.

“Momennya pas ketika bertemu korban di kafe Kedungdoro. Saat itulah kami menghampiri korban dan mengeroyoknya,” ungkap Andre. 

Usai menganiya korban, Andre dan pelaku lain meninggalkan lokasi kejadian. Saat itu, ia tak menyangka jika Arif sampai meninggal. Ia baru tahu setelah diamankan di kantor polisi. (yua/rek) 

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia