Rabu, 19 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Ternyata, Inilah yang Bikin Donwori Kecanduan Layanan Waria

27 Agustus 2019, 02: 55: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Suka gagal paham dengan pecinta waria. Kalau yang dicari seksi dan cantik, rasanya perempuan tulen juga banyak. Kalau yang dicari pengalaman berhubungan dengan sesama jenis, kenapa mencari yang menyerupai perempuan? Why? Kenapa? Asli bingung.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Donwori, 34, boleh jadi satu-satunya pria aneh. Yang dengan bangganya cerita kalau ‘langganan’ waria. Ia menyebutkan, sudah sejak bujang berlangganan puluhan waria. Dan dari sebanyak itu, ia belum pernah dikecewakan. 

"Maine ngeten (sembari mengacungkan dua jempol)," dengan tampang meyakinkan, ia sampaikan testimoninya, kepada seorang laki-laki yang sedang cangkruk di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, Kamis (22/8). 

Katanya, perempuan mana pun, baik yang lurus maupun nakal, yang dibeli dengan mahar atau yang dibeli dengan Rp 300 ribu, atau yang hanya dibeli dengan gombalan, tak ada yang bisa menandingi kehebatan waria dalam memberikan servis. Terutama dalam blowjob alias oral sex.

Inilah yang membuatnya keblinger dengan godaan waria setiap waktu. "Ndeeeh, lek sing ngonokne waria, iso sampek metu ping loro! " serunya tanpa sungkan sekali pun. 

Saking kecanduannya, bukan hanya datang ke spot-spot yang ada banyak warianya. Bahkan, Donwori juga berani mengundang si waria ke rumah. Biasanya dilakukan saat Karin, istrinya, sudah berangkat kerja. Berkali-kali dilakukan, eh akhirnya tepergok juga.

Suatu saat, ketika ia sedang ‘main’ di depan televisi, tiba-tiba ada suara pintu depan dibuka. Donwori yang saat itu tengah ‘fokus’ tidak sadar dengan kehadiran Karin. Tahu-tahu sebuah tas mendarat di kepalanya. Disusul pukulan sapu di seluruh tubuhnya. Karin mengamuk!

Sejak saat itulah, hubungan Karin dan Donwori bubar. Ambyar lek jare lord Didi Kempot. Donwori diusir dari rumah. Seminggu kemudian, Karin mengirimkan surat gugatan. Karin bahkan sudah memboking pengacara. Tak lain adalah pria yang sedang ngomong dengan Donwori saat itu. 

"Lek jare laporane bojone sampeyan, masalah sebenere dudu iku tok. Jare sampeyan ya gak tanggung jawab nafkahi. Ditambah sampeyan kakehan polah sisan. Senengane njajan. Sing dijajani sing aneh mesisan. Mangkane Bu Karin gak terima,"  cerita si pak pengacara. 

"Yo gak ngonone, Pak. Aku iki asline kudu piye. Ancene Karin iku gak iso neriman. Dijatah sak enek-eneke pancet ae kurang. Malah ngamuk, ora gelem nguwenehi jatah (hubungan badan, Red). Yo menisan ae duwetku tak gawe njajan, tak gowo mulih sisan cik panas," timpal Donwori. 

Mendengar  jawaban Donwori, dahi si pak pengacara berkernyit. Si pengacara lalu bertanya kembali.  "Mau gimana, lanjut apa sameyan pingin balikan saja? Saranku kalau bisa diperbaiki, ya damai saja," kata si pengacara. 

"Pun gak kedawan lakon, Pak. Iki mau anane, aku mung nyuwun tulung, ngomongo sak onone nak ngarepe hakim. Sampeyan mau wes tak wenehi pengertian. Lek omah sing kita tempati iku bapakku sing mbangun. Yo mosok katene dipek Karin dewe. Gak iso lah," keluhnya.

Ia lalu bangkit, menyalami si pengacara, lantas pergi. "Mpun supe lo, Pak!" katanya sembari berlalu.

Owalah, iki mau rebutan omah ta? Lalu…, pertanyaan tadi belum terjawab lho. Betewee, kenapa Donwori keranjingan mengencani perempuan 'jadi-jadian'? Apa karena mencari fantasi lain tapi imajinasinya main dengan perempuan? Atau yak apa? Mbuh wis.  (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia