Selasa, 15 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Diduga Epilepsi Kambuh, Warga Sidosermo Tewas Tercebur Selokan

26 Agustus 2019, 18: 07: 36 WIB | editor : Wijayanto

DIANGKAT: Kanit Reskrim Polsek Wonocolo Iptu Philips R Lopung saat hendak membantu mengeluarkan jenazah korban dari dalam selokan.

DIANGKAT: Kanit Reskrim Polsek Wonocolo Iptu Philips R Lopung saat hendak membantu mengeluarkan jenazah korban dari dalam selokan. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Warga Jalan Sidosermo PDK V Kav 389 Surabaya mendadak heboh, Senin pagi (26/8). Pasalnya, di depan rumah nomor 105 ditemukan sesosok jenazah perempuan dalam keadaan tengkurap di dalam selokan.

Belakangan korban diketahui bernama Mundila Ainurokhmah, 30, warga Jalan Sidosermo 4 Gg XIV/43 A, Surabaya.

Kanit Reskrim Polsek Wonocolo Iptu Philips R Lopung mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh JB. Santoso, warga sekitar, sekitar pukul 06.30.

Awalnya saksi sedang membersihkan taman di depan rumahnya. Tak berselang lama, saksi melihat ada dompet, buku, sepeda pancal, yang tergeletak di atas taman rumah.

Namun saksi tak melihat ada orang. Penasaran, saksi mencari korban bersama tetangganya yang bernama Nawir. Mereka berdua sempat mondar-mandir di sekitar lokasi. "Korban ditemukan meninggal dalam posisi tengkurap tenggelam di selokan," ujar Philips kepada Radar Surabaya, Senin (26/8).

Mengetahui ada jenazah, saksi lalu melapor ke RT setempat dan Polsek Wonocolo. Tak hanya itu, keluarga korban beberapa saat kemudian datang ke lokasi yang mendengar ada penemuan jenazah. "Dugaanya sakit epilepsi korban kambuh, lalu terjebur selokan," lanjutnya.

Mantan Kanit Reskrim Polsek Gayungan itu menambahkan, dugaan tersebut didukung oleh keterangan keluarga. Sebab sejak SD, korban dilarang keluar sendiri karena sakit epilepsi itu.

Dari hasil pemeriksaan luar, polisi juga tidak menemukan tanda-tanda bekas kekerasan atau penganiayaan. "Korban keluar rumah naik sepeda ontel sekitar pukul 05.30. Dugaanya saat kejadian tidak ada orang, sehingga nyawanya tak tertolong," tandasnya. (rus/jay)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia