Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Tari Joyokusumo, Gambaran Kekuatan Wanita yang Tahan Godaan Kehidupan

25 Agustus 2019, 09: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

TARI BANYUWANGI: Sejumlah penari saat menampilkan Tari Joyokusumo yang melambangkan ketangguhan seorang wanita dalam menghadapi godaan kehidupan dalam

TARI BANYUWANGI: Sejumlah penari saat menampilkan Tari Joyokusumo yang melambangkan ketangguhan seorang wanita dalam menghadapi godaan kehidupan dalam festival budaya daerah Banyuwangi yang digelar di Taman Budaya Jawa Timur, Jumat malam (23/8). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Para penari perempuan tampak enerjik ketika gamelan mengiringi. Tarian pun sedikit berbeda dengan tarian pada umumnya yang terkesan luwes dan iringan gamelanya pun sedikit lembut. Namun dalam tarian Joyokusumo penarinya terlihat dengan gerakan yang enerjik. 

Tarian ciptaan seniman Banyuwangi Sabar Harianto tersebut menggabarkan kekuatan seorang perempuan di tengah kehidupan yang kuat akan segala godaan.      

Menurut Sabar, tarian yang diciptakannya tersebut terinpirasi dari sebuah bunga wijaya kusuma yang mekarnya terlihat kokoh pada malam hari. Tarian tersebut dibawakan dalam sebuah pertunjukan budaya yang digelar di Gedung Kesenian Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur, Jumat malam (24/8). 

“Idenya dari sebuah tanaman yang wijaya kusama, karena tanaman itu mempunyai karakteristik yang kuat, sehingga mempengaruhi saya untuk membuat suatu tarian yang saya namai Joyokusomo” katanya saat ditemui Radar Surabaya. 

Sabar menambahkan, saat ini banyak wanita yang sering tergoda dengan kehidupan, misalnya godaan laki-laki, godaan harta, “Namun dalam tarian Joyokusumo ini, karakter wanita dalam sebuah kehidupan harus kuat sehingga bisa kuat dengan segala godaaan yang ada,” terangnya. 

Dirinya mengaku membuat tarian ini baru lima bulan yang lalu, karena dalam sanggar tarinya tersebut ada bunga wijaya kusuma. ”Saya melihat bunga itu mempunyai kekuatan, sehingga dalam sifat jawa kembang itu artinya gadis, joyo itu kuat, kusuma itu wangi, jadi gambaran sifat dalam bunga wijaya kusuma ini saya wujudkan dan hidupkan lewat sebuah karya tari. Ini juga untuk menjaga marwah wanita dimata masyarakat,” pungkasnya. (rmt/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia