Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Sering Macet, Jalan Ketabang Kali Diperlebar

25 Agustus 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

ANTISIPASI KEPADATAN LALU LINTAS: Pekerja menyelesaikan pelebaran Jalan Ketabang Kali, Jumat (23/8).

ANTISIPASI KEPADATAN LALU LINTAS: Pekerja menyelesaikan pelebaran Jalan Ketabang Kali, Jumat (23/8). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Semakin banyaknya volume kendaraan yang melintasi kawasan Jalan Walikota Mustajab menuju ke Jalan Gubeng Pojok membuat penumpukan saat siang dan sore hari. Oleh kerana itu, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) melakukan pelebaran jalan kawasan tersebut. 

Di lokasi tampak pembatas jembatan antara Jalan Ketabang Kali-Jalan Plaza Boulevard dibongkar pekerja DPUBM untuk pelebaran Jalan Ketabang Kali. Kepala Rayoon DPUBM Bambang Yulianto menjelaskan, pelebaran jalan itu untuk memudahkan pengguna kendaraan bermotor dari arah Jalan Yos Sudarso. “Jadi itu nanti kan yang dari Jalan Yos Sudarso bisa langsung lurus tidak usah puter balik. Biasanyakan ke kanan dulu, lalu puter balik,” kata Bambang, Jumat (23/8).

Pengerjaan pelebaran jalan tersebut sudah mulai sejak kemarin, Kamis (22/8) pagi. Dalam pengerjaanya, jalan tersebut dilakukan pembongkaran di bagian sisi kiri yang menuju ke arah Jalan Gubeng Pojok. “Ya itu kita bongkar dulu, jadi yang dari Yos Sudarso bisa langsung lurus ke arah Jalan Gubeng Pojok depan Grand City,” jelas Bambang. 

Setelah pembongkaran bagian kiri pembatas jembatan, pihaknya membuat cor untuk ditancapkan ke dalam tanah sedalam 50 sentimeter sebagai penahan dinding benton agar tidak mudah longsor ke sisi jalan. “Ini kita buatkan besi ram-raman, lalu kita cor dibagian ramnya biar lebih kuat untuk menahannya,” ujar dia. 

Dirinya memastikan, pengerjaan ini dapat diselesaikan selama dua minggu ke depan hingga bisa dilalui kembali oleh pengendara. Sedangkan untuk finishing atau perapihan bangunannya bisa lebih dari dua minggu, “Karena perapihannya itu yang lama, kalau jalan dan jembatannya bisa dua minggu selesai,” tuturnya. 

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad menjelaskan, pelebaran itu perlu dilakukan, sebab setiap menjelang sore sering terjadi penumpukan volume kendaraan. “Pelebaran jalan itu hasil dari kajian Dishub dengan DPUBMP, karena memang ada penumpukan disaat pengendara pulang kerja atau pulang sekolah,” ungkapnya. 

Dia juga mengungkapkan sudah berkoordinasi juga dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelum melakukan melebarkan jalan tersebut. “Kita juga sudah koordinasi dengan Bu Wali dan Satlantas Polrestabes Surabaya. Nantinya itu menjadi empat lajur untuk yang dari arah Walikota Mustajab barat ke timur,” pungkasnya. (gin/nur)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia