Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Spesialis Curanmor Morowudi Dibekuk, Nemu Burung Pun Disikat

23 Agustus 2019, 13: 42: 41 WIB | editor : Wijayanto

DIAMANKAN: Tersangka beserta BB diamankan anggota Reskrim Polsek Cerme.

DIAMANKAN: Tersangka beserta BB diamankan anggota Reskrim Polsek Cerme. (ISTIMEWA)

Share this      

GRESIK - Polisi berhasil membekuk spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) Alfin Subangun, 25, warga Dusun Tandengan RT 02/RW 05, Desa Morowudi, Kecamatan Cerme. Pelaku ditangkap polisi di Desa Guranganyar, Cerme setelah melakukan aksinya di rumah Sakip warga Desa Dooro, Cerme. Aksi pencurian dilakukan saat korban sedang sholat subuh berjamaah di Masjid.

Pelaku selama ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Jawa Timur. Pasalnya, Alfin terlibat juga kasus pencurian kendaraan bermotor di beberapa wilayah. Kini, lelaki kurus itu ditetapkan sebagai tersangka dan harus mendekam di dalam penjara Polsek Cerme. Sejumlah barang bukti telah disita. Selain handphone juga sepeda motor.

Penangkapan tersangka berawal dari laporan yang masuk ke Polsek Cerme. Bahwa ada pencurian yang menimpa korban bernama Sakip, warga Desa Dooro, pada Mei lalu. Sejumlah handphone dan surat berharga raib.

"Pada 19 Agustus lalu kami mendapat informasi bahwa tersangka berada di wilayah Cerme. Kami langsung bergerak melakukan penangkapan," kata Kapolsek Cerme AKP Iwan Hari Poerwanto melalui Kanit Reskrim Bripka Mahrizal, kemarin.

Dia mengatakan, untuk mengelabuhi petugas, tersangka menjual barang hasil curian. Kemudian, dibelikan handphone baru. Meski demikian, identitas tersangka sudah dikantongi. "Tersangka lama menjadi buronan," imbuhnya.

Mahrizal menyebutkan, barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya satu kotak tempat handphone merk Oppo A71, satu handphone Samsung, satu ekor burung cucak rowo, satu unit sepeda motor Suzuki Satria FU dan satu handphone merk Huawei.

Dari hasil penyidikan, tersangka mengaku pernah mencuri motor di wilayah Kebomas, Gresik Kota, dan Lamongan serta mencuri burung di Manyar. "Kami sedang koordinasikan dengan polsek terkait," ujarnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 363 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.(yud/rof)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia