Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Demokrat Siapkan Bayu dan Rizal Gantikan Ratih sebagai Plt Ketua

23 Agustus 2019, 07: 20: 59 WIB | editor : Wijayanto

CALON PLT: Bayu Airlangga dan M Rizal

CALON PLT: Bayu Airlangga dan M Rizal (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya Ratih Retnowati dipastikan mundur setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi jaring aspirasi masyarakat (jasmas) tahun 2016. 

Ratih pun tidak akan dilantik sebagai anggota DPRD Surabaya periode 2019-2014, Sabtu (24/8). Karena itu, DPD Partai Demokrat Jawa Timur telah menyiapkan tiga nama sebagai pengganti Ratih Retnowati.

Ketiga nama yang disebut-sebut menjadi pelaksana tugas (Plt) ketua DPC Partai Demokrat Surabaya adalah Hartoyo, Bayu Airlangga, dan Mohammad Rizal. 

Hartoyo tak lain adalah anggota DPRD Jatim yang kembali terpilih dari dapil Jatim 1 Surabaya. Bayu Airlangga adalah caleg terpilih DPRD Jatim dari Partai Demokrat. Bayu juga menantu Soekarwo, mantan ketua DPD Demokrat Jatim yang mengundurkan diri. 

Sedangkan Moh Rizal adalah caleg terpilih DPR RI dari Demokrat di dapil Jatim 1 (Surabaya-Sidoarjo). Dari ketiganya, Bayu dan Rizal yang berpeluang menahkodai DPC Demokrat Surabaya sebagai pelaksana tugas (Plt) ketua cabang. 

Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim Renville Antonio mengatakan, pihaknya segera mengambil keputusan terkait status Ratih. Sebab, Ratih sudah mengajukan pengunduran diri sejak 13 Agustus 2019.

"Beliau mundur dari jabatan ketua DPC dengan alasan ingin konsentrasi menghadapi kasus yang menimpanya," ujarnya.

Renville mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan pelaksana tugas. DPD juga segera konsultasi ke pengurus pusat untuk mendapat arahan tentang pejabat sementara pimpinan partai di tingkat Kota Surabaya. "Kita minta petunjuk siapa yang menggantikan Bu Ratih," ungkapnya.

Menurut Renville, pihaknya masih melihat kondisi untuk menentukan siapa yang akan menjadi plt. Jika Bayu mendapat pos penting di DPRD Jatim, maka peluangnya ada di Mohammad Rizal. "Menyesuaikan kondisi agar roda partai tetap berjalan," ujarnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak telah menetapkan tiga anggota DPRD Surabaya sebagai tersangka kasus korupsi program jasmas. Ketiga anggota DPRD Surabaya tersebut Wakil Ketua DPRD Surabaya Ratih Retnowati, anggota Komisi B DPRD Surabaya Dini Rinjati, dan anggota Komisi C DPRD Surabaya Saiful Aidy. Di antara ketiganya, hanya Ratih yang terpilih kembali untuk lima tahun ke depan.

Kasus mark up pengadaan barang dan jasa program Jasmas Pemkot Surabaya 2016 lalu mengakibatkan kerugian negara hingga Rp 5 miliar. Aksi korupsi ini dilakukan oleh Agus Setiawan Jong dengan modus mengkoordinir 230 ketua RT yang ada di Surabaya untuk mengajukan proposal pengadaan tenda, kursi, dan sound system untuk program jasmas. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia