Jumat, 22 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Tak Diberi Uang 10 Ribu, Kepala Ibu Ditendang

Anak Durhaka Penganiaya Ibu Kandung Minta Maaf di Depan Polisi

22 Agustus 2019, 22: 49: 57 WIB | editor : Wijayanto

DIDAMAIKAN: Andre (kanan) mengaku menyesal usai diamankan polisi setelah video penganiayaan kepada ibu kandungnya viral di media sosial.

DIDAMAIKAN: Andre (kanan) mengaku menyesal usai diamankan polisi setelah video penganiayaan kepada ibu kandungnya viral di media sosial. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Beberapa hari ini, jagat media sosial (medsos) dihebohkan dengan aksi kekerasan yang dilakukan seorang anak terhadap ibu kandungnya.

Hal itu terjadi setelah salah satu pemilik akun yakni NV menggunggah video penganiayaan itu. Setelah itu, anggota Polsek Tegalsari menangani kasus tersebut. Pelaku tersebut diketahui bernama Andre,21,. Penganiayaan tersebut terekam jelas di akun itu.

Pelaku Andre menendang kepala ibunya. Belakangan pelaku marah lantaran ibunya tak memberikan uang Rp 10 ribu yang diminta pelaku. Peristiwa itu direkam oleh NV yang tak lain adalah adik kandung Andre.

Ia tak tak tahan dengan perbuatan pelaku yang terus menyiksa ibunya. Setelah viralnya video itu, polisi lantas mengamankana Andre di rumahnya pada Selasa malam (20/8).

Dia dimintai keterangan terkait kelakuannya itu. Hanya saja,  polisi memberikan kesempatan Andre untuk pulang dengan kesepakatan keesokan harinya bersedia hadir kembali ke Mapolsek Tegalsari.

Andre dan ibunya dipertemukan, mengetahui anak laki-lakinya dipolisikan, korban kaget. Dengan perasaan campur aduk, ibunya kemudian memohon kepada pihak kepolisan untuk tidak menahan Andre.

"Ibu pelaku tidak ingin ada penahanan, untuk itu berkordinasi dengan Polrestabes Surabaya untuk melakukan mediasi," ungkap Kapolsek Tegalsari Kompol Rendy Surya Aditama.

Secara detail, Rendy  mengatakan kejadian itu bermula saat pelaku meminta uang sejumlah Rp 10 ribu kepada ibunya yang saat itu sedang sakit. Namun, ibunya hanya mampu memberikan uang Rp 7 ribu.

Karena nominalnya tak sesuai yang diminta, pelaku marah lalu membuang uang itu dan menginjak kepala ibunya. “Pelaku mengaku kesal dengan ibunya lantaran kerap diusir keluar rumah untuk mencari pekerjaan,” terangnya.

Meski demikian, setelah kasus ini ditangani polisi, pelaku mengaku menyesali perbutannya. Dia sudah meminta meminta maaf dan tak akan melakukan hal yang sama.

Setelah ibunya memaafkan, keduanya pun diperbolehkan pulang. Menurut Rendy, meski diperbolehkan pulang, namun pihahknya akan melakukan pengawasan terhadap Andre. “Jika terulang kembali, maka ada konsekuensi hukum yang harus dihadapati,” tegasnya. (yua/rud)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia