Minggu, 22 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

RSUD Soetomo Siap Tangani Empat Bayi Kembar Siam Lagi

22 Agustus 2019, 17: 14: 49 WIB | editor : Wijayanto

Kepala Tim Penanganan Kembar Siam RSUD dr Soetomo, dr Agus Hariyanto, SpA

Kepala Tim Penanganan Kembar Siam RSUD dr Soetomo, dr Agus Hariyanto, SpA (ISMAUL CHOIRIYAH/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo, Surabaya, menerima empat pasien kembar siam baru. Mereka berasal dari Aceh, Lombok Timur, Bali, dan Palembang. Kondisi dan usia mereka pun berbeda-beda. Bayi kembar siam dari Palembang kini berusia tujuh hari, Mataram tiga bulan, Aceh dua bulan, dan Bali satu bulan.

Kepala Tim Penanganan Kembar Siam RSUD dr Soetomo, dr Agus Hariyanto, SpA mengatakan, sebagai jujukan penanganan kembar siam di wilayah Indonesia Timur, pihaknya selalu siap melakukan operasi pemisahan. "Beberapa sudah konsultasi dengan kami dan meminta pendampingan untuk operasi," katanya.

Pihaknya akan mengikuti permintaan rumah sakit di daerah. Apakah menghendaki operasi dilaksanakan di RSUD dr Soetomo atau di rumah sakit masing-masing. "Kami tidak memaksakan. Biar masing-masing rumah sakit mengembangkan fasilitas penanganan kembar siam, kami datang sebagai pendamping," ujarnya.

Dokter Agus malah mendorong para dokter anak di rumah sakit daerah agar mengembangkan kemampuan mereka agar bisa melakukan operasi sendiri. Salah satunya dengan memberikan buku panduan penanganan kembar siam yang ia susun bersama 113 anggota tim penanganan kembar siam RSUD dr Soetomo dan FK Unair. Buku itu menjadi rujukan penanganan kembar siam.

Hingga kini, ia bersama tim sudah melakukan pendampingan 17 operasi pemisahan di beberapa wilayah di Indonesia. Tidak hanya di Indonesia Timur, tapi juga Indonesia Barat. Tim yang terlibat di antaranya dokter spesialis anak, bedah anak, bedah thorax dan jantung, dan anestesi.

Agus membagi pasien kembar siam menjadi dua kategori. Bayi kembar siam yang bisa dipisahkan dan yang tidak bisa dipisahkan. Bisa dipisah jika anggota badan lengkap dan kemungkinan survive tinggi setelah dioperasi. Sedangkan yang satunya sangat kompleks sehingga tidak bisa dilakukan pemisahan.

Dari empat inden itu, dua pasien kembar siam dari Aceh dan Lombok Timur sudah sepakat ditangani di Surabaya. Sementara bayi kembar siam dari Bali masih tahap evaluasi. Ini karena ada laporan bahwa bayi kembar siam dari Bali hanya memiliki satu jantung. Sehingga tidak mungkin dipisahkan. "Jika begini sebaiknya tidak dipisahkan. Hidup bersama, meninggal juga bersama," katanya.

Hingga saat ini, RSUD dr Soetomo Surabaya sudah berhasil memisahkan 99 bayi kembar siam. Yang terakhir adalah memisahkan bayi kembar siam dempet dada dan perut asal Kendari bernama Aqila dan Azila pada 14 Agustus Agustus 2019. Saat ini kondisi keduanya stabil. Aqila sudah dirawat di Ruang Bobo 1 Irna Anak, sementara Azila masih dirawat di PICU RSUD dr Soetomo dengan kondisi berangsur stabil. (is/rek)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia