Sabtu, 21 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Tim Otsus Temui Gubernur Khofifah

22 Agustus 2019, 08: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

BAHAS KASUS: Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Tim Otsus DPR RI yang dipimpin Fadli Zon bertemu mencari solusi pasca insiden di Surabaya dan Malan

BAHAS KASUS: Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Tim Otsus DPR RI yang dipimpin Fadli Zon bertemu mencari solusi pasca insiden di Surabaya dan Malang. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Rombongan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon yang juga Ketua Tim Otonomi Khusus (Tim Otsus) DPR RI beserta para anggota Tim Otsus bertemu dengan Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Rabu (21/8), untuk membahas masalah insiden beberapa hari lalu.

Kedatangan Fadli Zon dan rombongan disambut langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Irjen Pol Luki Hermawan dan juga Wagub Emil Elestianto Dardak.

Selain Fadli Zon anggota Tim Otsus yang hadir di antaranya Michael Watimena dari Fraksi Partai Demokrat, Willem Wandik dari Fraksi Demokrat dan juga Steven Abraham dari Fraksi Partai Gerindra, dan Jimmy Demianus Ijie dari Fraksi PDIP. Total ada sebanyak 16 orang anggota DPR RI yang bertandang ke Grahadi.

Pertemuan digelar tertutup di ruang kerja Gubernur Jawa Timur. Sejumlah pejabat Pemprov Jatim juga mendampingi. Sebelum memulai pertemuan tertutup, Willem Wandik sempat mengutarakan maksud dan tujuan dari kedatangan para rombongan ke Jawa Timur. Tujuan utamanya adalah untuk menelusuri tentang insiden mahasiswa Papua yang terjadi di Surabaya maupun di Malang.

"Kami ingin mengetahui yang sebenarnya terjadi terkait insiden mahasiswa Papua di Jawa Timur. Dari pada kami mendengar ata membaca lewat internet, maka kami lebih baik langsung datang ke sini untuk mencari informasi yang sebenarnya," kata Willem.

Sebelumnya rombongan dari DPR RI ini mengunjungi Asrama Mahasiswa Papua, Jalan Kalasan, Tambaksari, namun mereka gagal masuk untuk berdialog dengan para mahasiswa.  Jimmy Demianus Ijie mengakui rencana kunjungannya ke asrama tersebut gagal.

"Hari ini kami ingin kita bertemu dengan mereka bukan berarti gagal. Ini kesempatan yang tertunda saja," katanya. Lagi pula ia mengakui kedatangan rombongannya terbilang dadakan.

Sehingga besar kemungkinan itu menjadi sebab bagi para penghuni asrama enggan membukakan pintu.

"Karena kami pun datang tiba-tiba mungkin kami akan kembali dan mempersiapkan lagi," jelasnya.

Namun ia akan berusaha menemui mereka dengan berbagai cara, termasuk menggunakan pendekatan adat.

"Kami tetap akan mengupayakan dengan cara-cara pendekatan adat untuk bertemu dengan mereka," jelasnya. Jimmy paham betul tipikal orang Papua yang lazim menyelesaikan berbagai masalah menggunakan pendekatan adat.

"Karena kalau di Papua, orang merasa malu itu, harus ditebus, harus dibayar gitu dan bayarannya mahal," tukasnya. Rencananya Jimmy bersama rombongan akan kembali lagi ke Jakarta, untuk merembukkan hal ini.

Sebelum nantinya akan kembali lagi ke Surabaya untuk berkomunikasi secara langsung dengan para penghuni asrama. "Jadi mohon maaf ya kami kembali dulu, kami bicarakan dengan internal kami di Jakarta, lalu kembali lagi di Surabaya," pungkasnya.

Sementara menurut Fadli Zon, kedatangannya bersama dengan sejumlah anggota DPR RI lainnya dari Dapil Papua dan Papua Barat ke asrama mahasiswa Papua di Kalasan ini, sekaligus sebagai respon atas apa yang disampaikan saat rapat Paripurna lalu. Sehingga ingin mendengarkan langsung. "Baik datang ke sini, ke adik-adik mahasiswa maupun kita ingin bertemu juga dengan Pemda Jawa Timur, Malang dan juga Gubernur dan pihak-pihak lain yang terkait," katanya. 

 Fadli bermaksud untuk mengumpulkan informasi dengan cara mendengar langsung, tidak hanya yang berseliweran dari media maupun yang dari sosial media. Jadi, lanjut Fadli, kedatangannya dalam rangka mengumpulkan informasi, sekaligus pengawasan. 

 "Apalagi di sini ada Pak Jimmy ini dari Papua Barat Pak Michael Wattimena dari Papua Barat, Pak William dari Papua dan juga Pak Steven dari Papua, yang memang merupakan wakil-wakil rakyat Papua," pungkasnya.(mus/rak)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia