Minggu, 22 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

2020, Kantor Instansi Pemprov Jatim Akan Gunakan Solar Cell

22 Agustus 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

LEBIH EFISIEN: Selama ini Pemkot Surabaya sudah lebih dulu memanfaatkan solar cell untuk  traffic light, Pemprov Jatim juga menargetkan 2020 seluruh i

LEBIH EFISIEN: Selama ini Pemkot Surabaya sudah lebih dulu memanfaatkan solar cell untuk traffic light, Pemprov Jatim juga menargetkan 2020 seluruh instansi hingga PJU menggunakan panel surya ini. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) berencana menerapkan tenaga surya (solar cell) di kantor dinas dan badan mulai 2020 mendatang. Pasalnya penggunaan solar cell disebut-sebut bisa mengefisiensi sekitar 40-50 persen penggunaan tenaga listrik. 

“Anggaran Detail Engineering Desain (DED) untuk penerapan solar cell di kantor dinas dan badan di lingkungan Pemprov Jatim ini akan disertakan pada Perubahan APBD 2019,” ujar Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Setiajit, Rabu (21/8).

Setiajit mengatakan, pemilihan solar cell dinilai efisien dan lebih luwes digunakan. Khususnya di tempat-tempat yang tidak ada saluran udara tegangan menengah, maupun saluran udara tegangan rendah. Atau istilah awamnya jaringan menengah dan jaringan rendah. “Tempat-tempat seperti ini masih ditemukan di daerah kepulauan, di daerah terpencil, terluar, dan tertinggal di Jatim,” katanya.

Lebih lanjut mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim ini menuturkan, untuk kawasan jaringan menengah maupun rendah, nantinya akan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) maupun solar room system dari rumah ke rumah. Selain itu menurutnya, bisa juga dengan menggunakan PLTS komunal. “Kami sudah menggunakan PLTS komunal di Pulau Gili Iyang, Sumenep. Tidak besar sih, hanya 500 KVA dan ini digunakan untuk 500 kepala keluarga,” terangnya. 

Setiajit menambahkan, penggunaan solar cell juga diterapkan untuk penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah wilayah di Jatim. PJU yang tadinya menggunakan tenaga listrik akan diganti PJU solar cell. “Surabaya kan sudah mulai, ya. Untuk lampu lalu intas di setiap perempatan. Nah, kami akan terapkan di PJU,” ujarnya.

Diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sudah memasang solar cell di sejumlah traffic light di Surabaya. Sebelum menggunakan teknologi pembangkit listrik tenaga surya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku bahwa Pemkot Surabaya harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 1 juta per bulan untuk satu titik traffic light. Biaya itu digunakan untuk daya serta instalasi listrik. Namun, Risma menyebut, saat ini pemkot hanya mengeluarkan biaya untuk sewa meteran sekitar Rp 90.000. 

Selain diaplikasikan ke sejumlah titik lampu lalu lintas, solar cell ini juga diterapkan pada PJU, rumah pompa, Terminal Purabaya, sekolah, hingga kantor instansi pelayanan publik. Selain bertujuan untuk meminimalisir saat gangguan listrik padam, teknologi ini juga bermanfaat pada penghematan anggaran yang dikeluarkan. (mus/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia