Sabtu, 21 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Kenal Cewek Beberapa Jam Via Chattingan WA, Motor Vixion Dibawa Kabur

21 Agustus 2019, 23: 57: 25 WIB | editor : Wijayanto

TERDUGA PELAKU: Ifa yang dilaporkan menggelapkan motor korban.

TERDUGA PELAKU: Ifa yang dilaporkan menggelapkan motor korban. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA -  Hati-hati bagi para cowok yang mengenal cewek baru. Jangan mudan percaya. Apalagi langsung mengajak keluar dan pura-pura meminjam motor. 

Andi Setiawan, 26, warga Jalan Pondokboro, Surabaya baru menjadi korban penipuan penggelapan motor. Pelakunya adalah cewek yang baru saja dikenal sehari melalui whatsApp.

Akibatnya korban kehilangan motor Yamaha Vixion nopol L 3318 EX. Andi Setiawan menceritakan, awalnya pelaku tiba-tiba mengirimi pesan whatsApp ke nomor handphone (HP). Ada pesan dari perempuan, korban merespon. Kemudian terjadi perkenalan singkat. 

Tak lama kemudian keduanya terlibat chattingan hingga menjelang malam. Seketika itu, korban dan pelaku sepakat bertemu sekitar pukul 21.00. Awalnya korban menjemput pelaku di depan salah satu mall di Rungkut.

Di tengah perjalanan, korban mengajak pelaku untuk wisata kuliner di Bratang. Namun, pelaku menolak. "Saya ajak ke Taman Bungkul, pelaku menolak. Dia ngajak ke lesehan (di kawasan Jalan Kertomenanggal, Red)," kata Andy kepada Radar Surabaya.

Sesampainya di warung lesehan, korban dan pelaku terlibat obrolan dan perkenalan. Mereka juga minum kopi dan makan jajanan bersama. Dijelaskan Andi, saat itu pelaku mengaku bernama Ifa. "Ngakunya tinggal di Wadungasri," jelasnya. 

Setelah sejam ngobrol ngalor ngidul, pelaku tiba-tiba bangkit. Dia mengaku hendak membeli telur gulung untuk adiknya di rumah. Pelaku meminjam kunci motor korban untuk membeli telur gulung di sekitar pertigaan arah masuk ke tol. "Kunci saya berikan. Tapi setelah saya tunggu hampir sejam pelaku nggak kembali," sebutnya. 

Merasa ditipu, korban lalu mendatangi warung lokasi penjualan telur gulung yang dimaksud pelaku. Tapi, setelah didatangi di lokasi tidak ada penjual telur gulung. 

Seketika itu korban, berusaha menghubungi nomor pelaku. Tapi hasilnya mengecewakan. Pelaku tidak mengangkat panggilan. Ironisnya, nomor korban malah diblokir. "Saya langsung melapor ke Polsek Gayungan membawa STNK dan HP kecil milik pelaku yang ditinggal," tegasnya.

Kanit Reskrim Polsek Gayungan Ipda Hedjen membenarkan laporan korban telah masuk. "Oh ya sudah ada LP (laporan, Red) nya. Masih kita upayakan lidik dan penangkapan. Terlapor masih samar-samar," kata Hedjen. (rus/rud)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia