Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Sidoarjo

Dulu 7 Fraksi, Kini DPRD Baru Sidoarjo Maksimal Hanya 6 Fraksi

21 Agustus 2019, 18: 22: 46 WIB | editor : Wijayanto

BERKURANG: Suasana rapat paripurna di DPRD Sidoarjo.

BERKURANG: Suasana rapat paripurna di DPRD Sidoarjo. (DOK/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Prediksi jumlah fraksi pada DPRD Sidoarjo periode 2019-2024 berkurang dibandingkan jumlah fraksi di deewan saat ini. Melihat hasil perolehan kursi dari masing-masing partai, maksimal hanya bisa terbentuk enam fraksi.

Perubahan jumlah fraksi tersrbut karena ada tiga partai politik (parpol) yang tidak bisa membentuk fraksi. Ketiganya adalah Partai Demokrat, Nasdem, dan PPP. Jumlah kursi yang diperoleh masing-masing parpol tidak memenuhi kuota untuk membentuk fraksi. 

Demokrat misalnya, periode ini hanya mendapatkan dua kursi. Yaitu M. Agil Effendi dan Zahlul Yussar. Begitu juga dengan Nasdem yang lolos hanya Shokib dan Nur Hendriyati Ningsih. Sedangkan PPP hanya ada satu, yaitu Umi Khadah. 

Salah satu kader PKB yang lolos Usman mengatakan, komposisi fraksi bisa berubah. Jumlah fraksi berkurang. "Prediksinya maksimal enam fraksi," ujarnya.

Keenam fraksi itu adalah PDIP, PKS, Golkar, dan PAN yang membentuk fraksi sendiri. Sedangkan dua fraksi lain adalah gabungan. Gerindra-Nasdem, dan PKB-Demokrat-PPP. 

Usman mengatakan, Demokrat dan PKB memang bakal bergabung. Selain Demokrat tidak bisa membentuk satu fraksi, dia menyebutkan bahwa keduanya memiliki kesamaan visi. "Sehingga pembangunan pemkab berjalan," jelasnya. 

Sedangkan anggota dewan terpilih dari Demokrat M. Agil Effendi menuturkan memang PKB dan Demokrat sudah berkomunikasi. Saat ini dalam tahapan penjajakan. "Keputusan ada di tangan partai," jelas anggota komisi B itu.

Dengan bergabungnya PPP dan Demokrat ke PKB, kekuatan PKB di parlemen semakin besar. Total 19 kursi. Hal itu jelas menguntungkan pemkab. Sebab dalam penentuan kebijakan, pemkab akan mendapatkan dukungan mayoritas anggota dewan.

Ketua DPD Nasdem Sidoarjo Dawud Budi Sutrisno mengatakan saat ini partai masih menelaah. Tujuannya menentukan pilihan. Partai mana yang menjadi sandaran untuk diajak membentuk fraksi. "Penentuan besok (hari ini, Red)," paparnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS-Nasdem Aditya Nindyatman mengatakan PKS akan membentuk satu fraksi. Terpisah dari Nasdem. Sebab anggota PKS bertambah. “Dari tiga orang kini menjadi empat orang," jelasnya. 

Dia menegaskan, PKS tetap konsisten berada di jalur oposisi. "Kritik dibutuhkan agar kinerja pemkab semakin baik," ucapnya. (far/nis)

(sb/far/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia