Kamis, 19 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Diplomasi Rawon, Ini yang Ditempuh 3 Gubernur Ini Redam Konflik Papua

21 Agustus 2019, 17: 40: 05 WIB | editor : Wijayanto

SILATURAHMI: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wagub Jatim Emil Dardak, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Staf Khusus Presiden untuk Papua Lenis Kogoya, dan sejumlah pejabat pempro.

SILATURAHMI: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wagub Jatim Emil Dardak, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Staf Khusus Presiden untuk Papua Lenis Kogoya, dan sejumlah pejabat pempro. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Jawa Timur bakal menjadi tuan rumah pertemuan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan Gubernur Papua Lucas Enembe, dan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan. Pertemuan ketiga kepala daerah untuk membahas mahasiswa Papua itu berlangsung pada akhir Agustus mendatang.

“Bagaimana memberi jaminan bagi warga Papua yang sekolah di sini. Begitu juga warga Jatim yang ada di Papua dan Papua Barat. Intinya kami meredam,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Akmal Malik usai pertemuan dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (20/8).

Pertemuan itu nanti juga bakal dihadiri Menteri Kordinator Politik, Hukum, dan HAM (Menkopolhukam) Wiranto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Format pertemuannya masih dimatangkan.

"Format seperti apa, kami akan komunikasi dengan Papua, apakah kita akan bakar ayam, atau bakar apa sesuai nantilah itu," ungkapnya.

Akmal menolak anggapan bahwa pemilihan Jawa Timur sebagai tuan rumah karena paling rentan. Menurut dia, Jatim dan Surabaya ada makanan enak yang menjadikan tiga pemerintah daerah bertemu, khususnya kulinernya.

"Karena Jatim itu rawonnya enak. Pingin makan rawon di sini. Kemudian yang tuan rumahnya ibu-ibu cukup ramah," tuturnya.

Gubernur Khofifah menambahkan, nantinya akan dibentuk sister province. Pihaknya masih menggodok program tersebut dengan kemendagri. Mulai dari format hingga apa saja yang perlu diutamakan dalam program tersebut.

"Kita tadi sudah bicara dengan Dirjen Otda, seperti apa mekanismenya. Mungkin nanti bisa menggunakan sistem peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), kemudian ada juga magang calon pegawai negeri sipil (CPNS). Nanti dari 80 persen dari CPN bisa magang di Jatim hingga dua sampai tiga tahun," urai Khofifah.

Mengenai lokasinya, Khofifah masih berkoordinasi dengan Wali Kota Malang Sutiaji. "Bu, mbok ya di Malang saja (Bu rapatnya di Malang saja)," ucap Khofifah menirukan ucapan Wali Kota Malang Setiaji. (gin/mus/rek)

(sb/gin/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia