Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Glamor dan Berkarakter dengan Busana Pesta Etnik

21 Agustus 2019, 08: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

WASTRA NUSANTARA: Lima orang model berpose dengan mengenakan busana muslim karya desainer yang tergabung dalam Persana di salah satu resto di kawasan

WASTRA NUSANTARA: Lima orang model berpose dengan mengenakan busana muslim karya desainer yang tergabung dalam Persana di salah satu resto di kawasan Surabaya Selatan, Selasa (20/8). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Wastra Nusantara juga bisa disulap menjadi busana pesta yang glamor. Pesan itulah yang dihadirkan oleh sekumpulan desainer dari Perkumpulan Pengusaha Busana (Persana) Jawa Timur melalui koleksi busana pesta muslim dengan sentuhan etnik.

Ada enam koleksi busana muslim etnik karya enam desainer dari Persana. Yang kesemuanya memiliki ciri khas dan karakter masing-masing. Misalnya karya dari desainer Ulfa Mumtaza. Ia mengangkat keindahan batik Ngawi berwarna tanah yang ia padukan dengan kain sutra warna senada. Paduan warna ini memberikan kesan elegan ketika dipakai. Dan semakin menarik dengan sentuhan hand painting sebagai detailnya.

Juga karya dari Titin Sudarso yang menggabungkan keindahan batik Madura dengan busana pesta berwarna biru cerah. Penambahan detail sarung di bagian dada serta brokat di bagian lengan menambah kesan glamor, ” Saya ingin menunjukan bahwa batik juga bisa terlihat glamor,” ujar Titin, Selasa (20/8).

Titin menjelaskan, konsep busana-busana pesta yang dihadirkan kali ini mengangkat tema The Gorgeus Muslimah. Tema ini juga yang akan dihadirkan dalam grand launching Persana di Bulan Februari mendatang. Dibarengi dengan pameran produk dan usaha yang akan mewadahi pengusaha busana untuk bertemu. Tidak hanya desainer, namun juga berbagai lini fashion mulai dari produksi hingga jasa. 

Susi Sukotjo, Ketua Persana Jatim menjelaskan, Persana merupakan asosiasi yang mempertemukan antara desainer, produsen busana batik juga jasa, seperti jasa pemesanan seragam dalam jumlah besar. Dengan menggabungkan tiga lini ini, diharapkan industri fashion di Jawa Timur juga berkembang pesat, sehingga bisa bersaing dengan industri fashion Jakarta. “Dengan berkumpulnya semua lini ini, kita bisa saling support. Desainer mendapatkan material dari produsen, begitupun sebaliknya,” tukasnya. (is/nur)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia