Sabtu, 21 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Punya Suami Terlalu Baik, Karin Malah Pilih Cerai Kembali ke Mantan

21 Agustus 2019, 04: 30: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Sementara masih banyak perempuan yang merana tanpa cinta, Karin, 29, begitu jumawa. Bahkan,  suaminya yang cinta mati malah ia sia-siakan. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya 

Tidak semua perempuan suka lelaki baik-baik. Karin ini contohnya. Yang justru risih setengah mati dengan suaminya yang terlalu baik bin polos. 

Karin menceritakan, pernikahannya adalah salah kedaden sejak awal. Karin terpaksa menikahi laki-laki pilihan bapaknya. Yang ndilalah sangat jauh dari kriteria lelaki idamannya.  

Sebagai pria baik-baik, Donwori tentu tidak banyak menuntut, tidak kakean polah juga. Donwori menjalankan perannya sebagai suami yang mencari nafkah. Bahkan, Donwori juga merangkap tugas istri yang sengaja Karin abaikan. "Aku masih marah sama perjodohan ini, makanya tak limpahkan kemarahanku ke Donwori," katanya santai di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya.

Meski sah secara hukum, Karin dan Donwori memilih tidur di kamar terpisah. Tentu atas kemauan Karin. Dan disetujui tanpa syarat oleh Donwori. Donwori manut saja. 

Karin juga mengabaikan pekerjaan rumah. Ia tidak mau masak, tidak membersihkan rumah, tidak mencuci. Semua pekerjaan itu dilakukan sendiri oleh Donwori, sebelum dan  sepulang kerja. Tanpa protes, tanpa perasaan nggrundel ke Karin.

Namun diperlakukan begini, Donwori  tetap tidak marah. Meski diacuhkan, Donwori tetap mengajak Karin bicara. Sekali dua kali dalam satu bulan, Donwori juga menyempatkan mengajak Karin nge-date. Kira-kira sudah satu tahun Donwori begini. Apakah ini menggerakkan hati Karin? Tidak sama sekali.

"Aku heran sampekan. Kok ada ya laki-laki seperti itu. Risih aku tambahan. Kalau aku marah ya  harusnya diingatkan. Kalau aku gak nurut sama dia, ya harusnya dimarahi. Bukannya malah diam saja dan malah mengambil peranku sebagai istri gitu," keluhnya. 

"Masa hampir satu tahun lho, dia tak cuekin diem saja. Eh harusnya protes, harusnya marah. Tidak punya perasaan ya dia ini," lanjutnya tak cukup marah. 

Bahkan hingga Donwori tahu kalau Karin masih kontak-kontakan dengan mantannya, suaminya juga diam. Melihat Karin diantar jemput, diajak jalan-jalan dua hari ke luar kota pun, Donwori diam. Ini yang Karin rasa sudah tidak benar. Kalau memang cinta, ya harusnya tidak terima istrinya digondol pria lain. 

"Saya sudah tak tahan. Dia itu kayak gak punya rasa. Marah tidak, kecewa pun tidak. Pringisan, cengengesan saja. Gak tegas blas jadi laki-laki," pungkas perempuan manis ini. Karin pun mantap bercerai dan melanjutkan hubungan dengan kekasih lama. "Yang lebih manusiawi," katanya. (*/opi) 

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia