Sabtu, 14 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Suami Korban Pecobaan Pembunuhan di Waru Mangkir dari Panggilan Polisi

20 Agustus 2019, 18: 05: 44 WIB | editor : Wijayanto

TUNGGU LAINNYA: Salah satu tersangka, Sahit saat diamankan di Mapolresta Sidoarjo

TUNGGU LAINNYA: Salah satu tersangka, Sahit saat diamankan di Mapolresta Sidoarjo (DOK/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Kasus percobaan pembunuhan di Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru masih belum tuntas. Satu terduga pelaku masih belum tertangkap. Sementara itu, Lukman, suami korban Nuraini juga belum pernah mendatangi surat panggilan polisi.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Ali Purnomo mengutarakan, usai kejadian percobaan pembunuhan pada Senin (29/7) lalu, polisi langsung mengirimkan surat panggilan kepada Lukman, suami Nuraini untuk menjalani pemeriksaan. Diduga, Lukman ada keterlibatan dalam kasus tersebut. Sayangnya, Lukman belum pernah sama sekali mendatangi panggilan polisi. “Belum pernah datang, kami datangi rumahnya juga tidak ada,” terang Ali.

Kendati demikian, polisi akan terus bekerja guna menuntaskan kasus tersebut. Polisi juga terus memburu satu pelaku lain yang kini masih dalam pelarian. Di lain kesempatan, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho juga sempat menghimbau kepada pelaku yang masih melarikan diri untuk menyerahkan diri.  Pihaknya juga tidak segan akan melakukan tindakan tegas terukur apabila ada pelawanan saat ditangkap petugas. “Kemana pun akan saya kejar, kasusnya cukup meresahkan masyarakat,” tegas Zain.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, aksi percobaan pembunuhan itu terjadi di Dusun Balongapuh, Desa Kedungrejo, RT 26/RW 06, Kecamatan Waru, Senin (29/7) lalu sekitar pukul 16.00. Kedua korban ditemukan bersimbah darah di rumah yang berada di Jalan Brigjen Katamso III itu.

Keduanya adalah Nuraini, 24, pemilik rumah dan M Rofii, 31, warga Desa Tambak Cemandi, Kecamatan Sedati. Tak berselang lama, polisi tiba di lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban.

Keduanya dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim dalam waktu yang tidak bersamaan. Nuraini dilarikan terlebih dahulu menggunakan mobil pikap. Sementara M Rofii diangkut menggunakan mobil ambulance RS Polda Jatim. M Rofii juga sempat dimasukkan kantong jenazah karena diduga meninggal dunia. Polisi juga telah berhasil menangkap satu tersangka dalam kasus tersebut. Yaitu Sahit, warga setempat yang juga masih keponakan dari suami korban Nuraini.(son/nis)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia