Jumat, 22 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Modus Gandakan Uang, Tipu Puluhan Juta, Bawa Kabur 2 Motor

20 Agustus 2019, 18: 03: 05 WIB | editor : Wijayanto

LIHAI MENIPU: Tersangka saat diamankan di Mapolsek Tulangan.

LIHAI MENIPU: Tersangka saat diamankan di Mapolsek Tulangan. (ISTIMEWA)

Share this      

SIDOARJO - Fredy Setio Nugroho, 46, warga asal Mojokerto harus mendekam di balik jeruji penjara. Tersangka diringkus polisi lantaran melakukan penipuan uang Rp 40 juta dan dua unit motor. Modus yang digunakan adalah penggandaan uang.

Kapolsek Tulangan AKP Gatot Setyo Budi melalui Kanit Reskrim Polsek Tulangan Ipda Sudarso menceritakan, aksi tipu-tipu itu dilakukan tersangka pada 26 Juni 2016 lalu. Saat itu korban Uut Ningriati, 42, warga Cipta menanggal I  nomor 18, Menanggal, Surabaya bertemu dengan tersangka di Perumtas 3 Blok D, Grabakan, Tulangan. "Rumah kontrakan tersangka, korban kenal dengan tersangka melalui facebook. Tersangka mengaku bernama Maulana," beber Sudarso, Senin (19/8).

Di tempat itu lah, tersangka menawarkan jasa bisa menggandakan uang. Dengan syarat menyerahkan mahar sebesar Rp 50 Juta. Karena tidak punya, maka korban menyerahkan 40 Juta. "Dengan alasan untuk biaya ritual," sambungnya.

Tujuh hari setelah uang diserahkan, proses ritual belum dilakukan. Pelaku kembali menemui korban untuk pinjam dua unit motor. Honda Vario dan Yamaha Lexi. "Alasannya memperlancar proses ritual," ucapnya.

Namun setelah dua motor dibawa, tersangka tidak pernah merespon saat dihubungi. Merasa ditipu, pada 6 Agustus lalu korban melapor ke Mapolsek Tulangan.

Berbekal laporan itu, polisi langsung melakukan penyelidikan dan berhasil meringkus tersangka pada 7 Agustus 2019 di daerah Gresik. "Rumah kontrak juga, pelaku pindah-pindah," cetusnya.

Sejumlah barang bukti juga diamankan dalam penangkapan tersebut. Di antaranya, motor Honda Vario nopol L 6803 DW, Yamaha Lexi L 4831 CJ, dua pucuk keris, boneka batara karang, tiga unit handphone, serta uang sisa Rp 300 ribu.

Tersangka mengaku uang hasil penipuan itu telah habis untuk bayar hutang, kontrak rumah dan makan sehari - hari. "Ngakunya baru sekali di Sidoarjo, tapi masih kita dalami lagi," pungkas Sudarso. (son/nis)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia