Minggu, 22 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Atasi Banjir di Tengah Kota dan Utara, Bangun Dam di Dua Sungai

20 Agustus 2019, 17: 59: 12 WIB | editor : Wijayanto

Atasi Banjir di Tengah Kota dan Utara, Bangun Dam di Dua Sungai

SIDOARJO - Pemkab melakukan beragam cara untuk mengatasi banjir di Sidoarjo. Setelah dikaji, sebagian besar penyebab banjir di Sidoarjo karena daya tampung sungai yang kurang. Pendangkalan di dasar sungai membuat air hujan yang ditampung meluber. Untuk mengatasinya, pemkab akan membangun dua dam. Lokasinya di Sungai Sidokare dan Buntung.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Agoes Boedi Tjahjono menjelaskan, pihaknya sudah memetakan wilayah di Sidoarjo yang sering tergenang air. Menurut hasil pemetaan tersebut, sepanjang aliran Sungai Buntung, Sidokare, dan Ketapang merupakan daerah rawan banjir. “Ketiga sungai itu tidak mampu menampung banyak air,” katanya.

Tahun lalu, Kedungrejo terendam banjir karena air di Sungai Buntung meluap. Air sungai menggenangi jalan desa Kedungrejo hingga Bungurasih.  Begitu juga di wilayah selayan. Luapan air dari sungai Ketapang tumpah ke jalan raya porong. Jalur nasional itu terendam. 

Agoes mengatakan, pemkab sudah berupaya untuk mengatasi banjir dengan mengeruk sejumlah sungai. Namun belum menyeluruh. "Tahun ini normalisasi berlanjut," terangnya. 

Dia menilai, persoalan banjir di Sidoarjo tidak bisa dituntaskan hanya dengan normalisasi. Dibutuhkan solusi lain. "Sidoarjo butuh pembangunan dam," ujarnya. 

Dam tidak hanya sebagai wadah penyimpan air, namun juga bisa berfungsi mengatur air. Agoes menuturkan, wilayah Sidoarjo berdekatan dengan laut. Ketika permukaan air laut tinggi, air dari sungai tidak bisa mengalir. Karena tidak bisa mengalir air sungai meluap. 

Pemkab mengusulkan pembangunan dua bendungan. Pertama di wilayah Sidoarjo utara. Untuk membendung air dari sungai Buntung. Lokasi kedua di pusat kota.  Fungsinya mengatur air dari sungai Sidokare. "Sehingga Waru dan kota tidak banjir lagi," imbuhnyanya.

Untuk membangun dua dam itu, pemkab mengajukan bantuan ke pemerintah pusat. Sebab biaya pembangunan dam sangat besar. Satu waduk membutuhkan dana pembangunan Rp 250 miliar. 

Tahun lalu usulan sudah disampaikan. Namun belum ada tanggapan. Nah, tahun ini, pemkab kembali mengajukan usulan. Lewat provinsi. Usulan itu nantinya disampaikan Pemprov ketika menggelar rapat dengan pemerintah. "Ada kebijakan presiden meminta daerah mengusulkan program prioritas," terangnya. 

Untuk penanganan banjir di Sidoarjo selatan, pemkab tetap mengandalkan normalisasi. Agoes menuturkan, pengerukan sungai Ketapang menjadi prioritas. "Harus tuntas tahun ini," paparnya. (far/nis)

(sb/far/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia