Sabtu, 21 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Khawatir Diserang Teroris, Mapolres Gresik Dijaga Ketat

20 Agustus 2019, 17: 25: 04 WIB | editor : Wijayanto

WASPADA: Anggota Polsek Manyar melakukan penjagaan di gerbang masuk Polsek Manyar sebagai antisipasi atas kejadian penyerangan teroris di Polsek Wonokromo Surabaya.

WASPADA: Anggota Polsek Manyar melakukan penjagaan di gerbang masuk Polsek Manyar sebagai antisipasi atas kejadian penyerangan teroris di Polsek Wonokromo Surabaya. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK –  Aksi penyerangan terhadap Mapolsek Wonokromo membuat sejumlah Polres meningkatkan penjagaan. Salah satunya seperti yang terlihat di Mapolres Gresik. Setiap pengunjung yang datang diperiksa satu per satu barang-barang bawaannya.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro mengatakan penjagaan ini merupakan langkah antisipasi terhadap tindak kriminalitas dan penyerangan terhadap anggota. Maka dari itu keamanan anggota akan ditingkatkan. “Salah satunya dengan cara pemeriksaan terhadap barang bawaan setiap pengunjung dan tamu,” ujarnya.

Selain itu, anggota juga akan disiagakan di pintu gerbang dengan persenjataan lengkap. Tidak hanya di Mapolres tapi juga di jajaran Polsek-polsek. "Anggota akan disiagakan di mako, untuk awasi kendaraan-kendaraan dinas dan lengkap personil jaga dengan senpi laras pendek dan laras panjang," ucap Kapolres.

Ditambahkan, pihaknya memberlakukan one gate system. Serta meminta identitas setiap pengunjung yang datang. "Saya akan berlakukan one gate system untuk keluar masuk Makopolres Gresik. Tutup portal mulai pukul 22.00 dan identitas ditinggalkan bagi seluruh tamu yang berkunjung maupun yang akan laporan," ujarnya.

Hal sama juga dilakukan di Polsek Manyar. Mereka menempatkan seorang petugas untuk memeriksa setiap tamu dan pengunjung yang akan ke Polsek. Pengunjung diperiksa barang bawaan dan dimintai untuk menunjukam kartu tanda penduduk (KTP) untuk dilihat sementara.

Sementara itu, Ali , 42, salah satu pengunjung di Polsek Manyar mengatakan bahwa pemeriksaan tersebut tidak menggangu pelayanan. Hanya sedikit kaget ketika dimintai data identitas KTP dan diperiksa barang bawaannya. " Ini merupaka salah satu kewaspadaan dan tidak ada masalah saya diminta untuk menujukan KTP dan diperiksa barang bawaan saya demi keamanann bersama,"ucapnya. (yud/rof)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia