Sabtu, 21 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Angkat Nekrosis di Perut, Bayi Azila Dioperasi Lagi 4 Jam

20 Agustus 2019, 16: 47: 07 WIB | editor : Wijayanto

MASIH DI PICU: STABIL: Salah satu bayi kembar siam, Azila (kiri), yang dioperasi lagi, Senin (19/8).

MASIH DI PICU: STABIL: Salah satu bayi kembar siam, Azila (kiri), yang dioperasi lagi, Senin (19/8). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Bayi kembar siam asal Kendari, Azila, kembali harus menjalani operasi, Senin (19/8). Sebelumnya dilakukan operasi pemisahan pada Rabu lalu. Hal ini karena di kulit bekas operasi Azila terdapat nekrosis atau bintik kehitaman yang mengharuskan untuk dilakukan pengangkatan.

Kepala Tim Kembar Siam RSUD dr Soetomo Surabaya, dr Agus Harianto SpA mengatakan, munculnya nekrosis ini menandakan bahwa jaringan kulit yang disambungkan pascaoperasi tidak tumbuh dengan baik. Ini wajar karena luka sayatan Azila lumayan lebar dengan luas 17 sentimeter.

"Ada nekrosis seluas satu sentimeter sehingga sehingga kita lakukan pengangkatan," ujarnya.

 Operasi pengangkatan nekrosis ini berjalan selama empat jam mulai pukul 10.00 hingga 14.00. Tim dokter juga melakukan rekonstruksi abdomen dan memperkuat letak plat yang dipasang di dinding dada. "Jadi, sekalian kita lakukan. Kita libatkan dokter bedah anak, thorac, bedah plastik," paparnya.

Operasi berjalan lancar. Awalnya tim memprediksi akan melakukan flap kulit di kulit Azila untuk menutup bekas nekrosis. Namun, rupanya kondisi kulit baik dan sisa cukul sehingga tidak perlu mengambil jaringan kulit lain.

Sementara itu, kondisi Aqila cenderung membaik dan stabil. Ia bahkan sudah bisa bergerak. Ia juga dirawat intensif oleh orang tuanya. "Bahkan, sudah sampai tengkurap juga. Ini yang perlu diwaspadai. Aqila tidur harus miring supaya luka bekas jahitan cepat sembuh, maka perlu penjagaan orang tua," katanya.

Sementara Azila sedang dalam masa pemulihan pascaoperasi. "Kalau pernapasan dan fungsi organ vital semuanya baik. Namun, yang perlu diperhatikan saat ini adalah munculnya infeksi. Maka dari itu, kami isolasi," tegasnya.

Agus menjelaskan, operasi pemisahan Aqila dan Azila merupakan operasi besar. Karena itu, dia berharap doa dari masyarakat agar kondisi Aqila dan Azila semakin membaik. Dan operasi mikrotomi yang akan dilaksanakan Senin depan berjalan lancar. (is/rek)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia