Sabtu, 21 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Rusuh di Papua, Polisi Buru Penyebar Provokasi di Medsos

20 Agustus 2019, 16: 30: 06 WIB | editor : Wijayanto

BURU PROVOKATOR: Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat kunjungan ke Surabaya.

BURU PROVOKATOR: Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat kunjungan ke Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian mengakui kericuhan yang terjadi di Manokwari, Papua Barat, bermula dari insiden di Malang dan Surabaya.

"Ini memang di-trigger adanya kejadian di Jatim. Khususnya di Surabaya dan Malang ada aksi anarkis dan pemukulan massa. Ini yang kita sesalkan," ungkap Tito didampingi Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal.

Tito menyebutkan selama ini mahasiswa Papua di Jatim, Jateng, Jabar dan Jakarta aman-aman saja. Terkait kasus kericuhan, Tito menduga ada pihak yang sengaja mengembangkan dan menyebar berita hoaks.

"Harusnya nggak perlu terjadi. Kemarin memang ke-trigger gara-gara ada kesalapahaman. Kemudian muncul hoaks mengenai ada kata yang kurang etis dari oknum tertentu. Ada juga gambar seolah adik-adik kita dari Papua meninggal. Ini berkembang di Manokwari kemudian terjadi mobilisasi massa," bebernya.

Terkait provokasi dan penyebaran informasi hoaks tersebut Mabes Polri dan Polda Jatim telah turun tangan untuk mencari siapa pelaku penyebar hoaks dan provokator di media sosial.

"Jadi, saya pikir komunikasi perlu dijalin. Masyarakat jangan terpancing. Baik yang di Papua maupun di luar Papua, jangan mau diadu domba atau terpancing dengan informasi tidak benar," katanya.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang ditemui Radar Surabaya di Asrama Haji Sukolio Surabaya, meminta seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak mudah diadu domba dan tidak menyebarkan kebencian.

“Yang penting, kita jangan mau digesek digosok untuk saling melakukan kebencian dan kerusuhan. Ini kesempatan bagi tokoh-tokoh pemuda untuk turun tangan memastikan bahwa jangan sampai peristiwa tertentu, menyebakan kita bertengkar antarsaudara. Apalagi belum jelas masalahnya, kemudian menimbulkan kerusuhan di tempat lain," katanya.

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia