Selasa, 19 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Suami Cemburuan, Istri Wanita Karir Dilarang Dandan dan Berbaju Seksi

20 Agustus 2019, 04: 20: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Kalau kata Dilan, cemburu hanyalah milik mereka yang tidak percaya diri. Hal ini pas banget dilayangkan kepada Donwori, 35.  Merasa Karin terlalu sempurna buatnya yang biasa-biasa saja, ia cemburuan.  Takut-takut kalau istrinya diambil orang.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Rasa cemburuan ini berujung sikap posesif. Yang pada akhirnya membuat Karin, 24, gerah dan tidak tahan juga. “ Katanya cinta, tapi aku diperlakukan seperti tahanan. Mau ini itu tapi dikekang,” keluh Karin di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, pertengahan pekan lalu.

Sikap posesif Donwori memang sudah di tahap menjengkelkan. Ia membuat banyak aturan yang tidak masuk akal, supaya istrinya tidak dilirik orang. Salah satunya adalah melarang Karin untuk dandan saat keluar rumah. Biar cantiknya hanya bisa dinikmati Donwori. Tentu permintaan ini tidak dikabulkan olehnya. Sebagai pekerja kantoran, Karin tentu wajib  dandan layaknya profesional.

Bahkan, pakaian seragam kerja Karin kena protes. Perusahaan Karin menuntut pakaian selalu dipakai serba pas bodi. Namun, Donwori membuat aturannya sendiri dengan memaksa Karin untuk mengenakan pakaian yang longgar-longgar. Aturan ngawurnya ini juga dia mentahkan.

Tak hanya itu, saat keluar bersama pun Donwori makin menjengkelkan. Biasanya, suami kalau istrinya tampil cantik akan bahagia (asalkan dandannya tidak memakan waktu lama, ya. He…he…he).

Namun, Donwori lain. Ia akan memarahi Karin kalau istrinyamengenakan celana ketat atau pensil. Katanya, kaki Karin terlalu cantik untuk dipamerkan ke orang-orang. Pun dengan kaos atau kemeja. Tidak ada yang boleh membentuk lekuk tubuh. Tidak boleh yang potongannya lehernya model V. Tidak boleh pakai tank top, apalagi crop top. Donwori baru bisa lega Karin dandan seadanya menggunakan jaket.

Karin sendiri yakin, kalau dituruti, bisa-bisa Donwori juga menuntutnya untuk memakai cadar. “ Yang paling kesal, ia tidak akan sungkan memarahi saya di depan banyak orang. Pernah aku belanja. Karena pakai baju kependekan pas nunduk, katanya  celana dalamku kelihatan. Langsung aku dilempar pakai gantungan baju. Aku sing kaget, reflek teriak. Seisi ruangan akhirnya ngeliat aku, tambah malu. Itu pun tidak cukup. Aku diteriaki. Dituduh wanita penggoda. Yang tak goda gek sopo. Wong mas-mase (SPG),  yo cuek,” herannya.

Tak hanya itu. Dua hari setelah menikah, Donwori membuangi baju Karin yang ia rasa terlalu menunjukkan lekukan tubuh. Bahkan baju-baju formal, celana untuk kerja, ikut dibuang oleh Donwori. Motivasinya jelas, agar Karin tidak pakai baju ketat-ketat lagi. Hingga di titik ini, Karin dibuat kesal setengah mati.

Posesifnya Donwori ini juga tidak hanya sebatas pakaian. Tapi, juga di perilaku. Sebisa mungkin, Donwori ini ngintili ke mana pun Karin pergi. Bahkan, untuk acara arisan atau sesi ghibah ibuk-ibuk-pun Donwori nimbrung. Tanpa perasaan malu atau sungkan.

Kalaupun Donwori terpaksa tidak ikut, ia akan memantau kondisi Karin setengah jam sekali. Saking curiganya, ia tidak mau meminta foto. Namun video call, live, ke mana pun Karin pergi.

“Sampek capek aku ngomongin dia. Capek dicurigai terus. Mbok sing selow. Tapi dia malah marah-marah. Takut kalau aku dilepas, akan cari yang lebih baik dari Mas Don. Padahal kurange dia iku apa, aku ya gak paham. Menurutku dia ya tampan, ya kerjaan bagus. Kenapa pakai gak pede terus cemburu-cemburuan,” pungkas teller bank ini keheranan. (*/opi)

.

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia