Sabtu, 21 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

PN Surabaya Jadi Percontohan E-Court dan E-Litigasi

19 Agustus 2019, 23: 16: 23 WIB | editor : Wijayanto

PERCONTOHAN: Pengadilan Negeri Surabaya bersiap jalani persidangan elektronik.

PERCONTOHAN: Pengadilan Negeri Surabaya bersiap jalani persidangan elektronik. (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

Surabaya - Pemanfaatan teknologi modern diserap oleh semua instansi pemerintahan, termasuk Pengadilan Negeri Surabaya yang akan menerapkan persidangan berbasis elektronik. Rencananya  Mahkamah Agung (MA) akan menerbitkan Perma Nomor 1 Tahun 2019 tentang Administrasi perkara dan persidangan di pengadilan  berbasis elektronik dan aplikasi e-Court dan e-Litigasi.

Humas Pengadilan Negeri Surabaya Humas Pengadilan Negeri Surabaya, Martin Ginting mengatakan perma tentang sidang elektronik tersebut rencananya terbit hari ini, Senin (19/8). Dia mengatakan, e-Ligitasi merupakan wujud dan komitmen MA untuk menjadikan dunia peradilan yang semakin modern.

"Persidangan elektroni akan dilaunching  Senin  bertepatan dengan HUT ke-74 MA. Kebetulan dari 13 pengadilan negeri, Surabaya menjadi salah satu percontohan, " ujar Ginting, Minggu (18/8). 

Ginting mengatakan, melalui Perma Nomor 1 Tahun 2019 dan Aplikasi e-court serta e-litigasi, maka semua gugatan, pembayaran segala biaya, pemberitahuan dan panggilan sampai penyampaian putusan dilakukan secara elektronik.

"Pemeriksaan saksi dan ahli dalam persidangan dapat dilakukan melalui teleconference. Dengan begitu proses peradilan bisa lebih sederhana, cepat dan biaya ringan, " ujarnya.

Menurutnya, sesuai persyaratan, pendaftar harus membayar biaya perkara setelah mendaftarkan perkara di e-court melalui online. Biaya perkara yang harus dibayarkan tidak menentu bergantung jenis perkaranya. Pendaftar bisa membayar melalui sistem e-payment di bank seperti internet banking, sms banking atau transfer melalui ATM. "Kalau sudah membayar otomatis ada pemberitahuan di sistem. Baru kemudian kami panggil melalui email," katanya.

 Apabila belum membayar, maka perkara e-court yang sudah didaftarkan akan didiamkan. Perkara baru akan diproses ketika pihak pengadilan sudah mendapat pemberitahuan pembayaran.

 Ginting menegaskan bahwa system e-court di PN sudah siap dijalankan. Sebelumnya pihaknya hanya menerapkan sebagian sistem e-Court.Misal, sistem persetujuan sita dan izin geledah yang dilakukan secara online. Namun sekarang, gugatan pun bisa didaftarkan. 

"Sistem ini mulai banyak dimanfaatkan oleh kepolisian. Sebab polisi tak perlu repot-repot lagi untuk mondar-mandir ke gedung PN Surabaya hanya untuk mengurus izin administrasi,” tandasnya. (yua/rak)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia