Minggu, 22 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Tangani Sampah, Dorong Produk Daur Ulang Gantikan Kantong Plastik

19 Agustus 2019, 18: 05: 36 WIB | editor : Wijayanto

AYO PEDULI LINGKUNGAN: Pekerja pengolahan sampah di PDU Jambangan. Untuk menekan penggunaan kantong plastik,

AYO PEDULI LINGKUNGAN: Pekerja pengolahan sampah di PDU Jambangan. Untuk menekan penggunaan kantong plastik, (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Kota Surabaya akan melakukan pembatasan penggunaan kantong plastik untuk mengurangi sampah plastik. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi. 

Meskipun saat ini masih belum terjadi adanya pencemaran dari sampah plastik, Eri menegaskan, pembatasan penggunaan katong plastik itu harus dilakukan mulai dari sekarang. Nantinya dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH). 

“Ternyata penggunaan plastik di Surabaya ini masih banyak digunakan. Meski belum ada pencemaran, tapi kan masih masuk dan dikelola oleh Pusat Daur Ulang (PDU). Kita masih memilah sampah plastik, sehingga sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Wali Kota, kami berupaya menekan penggunaan sampah plastik,” kata Eri.

Tidak sekadar mengurangi penggunaan kantong plastik, pemkot juga akan mengganti kantong plastik menjadi katong kertas dan hasil daur ulang sampah. Eri menyampaikan, saat ini dirinya sedang berkoordinasi dengan seluruh toko di Surabaya untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. 

“Ini sudah ada yang menawarkan untuk pembuatan kantong terbuat dari bahan daur ulang, tapi masih kami kaji dulu. Jadi modelnya kayak tas biasa gitu, nanti bisa dibeli tidak gratis dari minimarket-nya,” jelas Eri. 

Rencananya, pengganti kantong plastik tersebut akan di produksi secara masal oleh Pemkot Surabaya. Pengembangan tersebut nantinya di lakukan secara bertahap, hingga selesai pengkajian soal biaya produksi, penentuan harga per kantongnya, hingga efektifitas penggunaannya. 

“Nah itu nanti sejauh mana masyarakat bisa memanfaatkanya. Iso opo gak nggawe iku (bisa tidak menggunakan pengganti kantong plastic, Red). Yang pasti itu nanti kita tekankan pengurangan kantong plastik di minimarket,” pungkasnya.

Pemkot Surabaya akan membuat peraturan wali kota (perwali) yang mengatur tentang larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Setelah ada perwali yang mengatur tentang larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai, nantinya akan memberikan sanksi kepada pelaku usaha dan masyatakat, apabila masih ditemukan tetap menggunakan kantong plastik sekali pakai.

"Karena ada perdanya pasti ada sanksinya, sekarang lagi kita susun. Setelah itu baru terbit perwali. Jadi memang kalau ada aturan, pasti ada sanksinya," jelas Eri.

Menurutnya, untuk sementara ini Pemkot Surabaya masih menggunakan acuan Perda Kota Surabaya Nomor 1 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah dan Kebersihan di Surabaya. (gin/nur)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia